Barabai (KATAKUNCI) – Liga Pemdes HST Menyala 2026 resmi dibuka sebagai ajang pembuktian sekaligus mempererat tali persaudaraan antar aparatur pemerintahan desa di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Acara pembukaan berlangsung meriah di Balai Rakyat Barabai pada Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 21.00 WITA, dihadiri oleh Bupati dan Unsur Forkopimda seluruh elemen yang terkait. Ketua Panitia Pelaksana, Isri Pariatmi, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan penuh dari sembilan Camat serta ketiga organisasi besar, yakni APDESI, PAPSI, dan PABDSI.
Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh sembilan tim terbaik yang mewakili masing-masing kecamatan, terdiri dari Pembakal, anggota BPD, dan perangkat desa. Ke-9 tim tersebut antara lain Sallikur United, Berbisa FC, Alai United, Pemdes Barabai FC, Pandawa FC, Laura FC, Kumpul FC, Arha FC, dan Hypersonic. Panitia juga membuka harapan agar dua kecamatan lainnya dapat bergabung di edisi mendatang demi kelengkapan kekuatan sepak bola desa.
Secara teknis, Liga ini tercatat sebagai pelopor liga pemerintahan desa pertama di Indonesia dengan sistem kompetisi penuh yang profesional. Pertandingan dijadwalkan bergulir setiap Sabtu sore pukul 16.00 WITA dan dibagi menjadi dua fase, yaitu paruh pertama berlangsung dari April hingga Juli 2026, serta paruh kedua dimulai September hingga Desember 2026.
Untuk menjaga keseimbangan, jadwal pertandingan dirancang dengan jeda dua minggu sekali. Hal ini dilakukan demi menjaga kebugaran fisik peserta serta memastikan kegiatan ini tidak mengganggu pelayanan publik dan tugas utama mereka di desa masing-masing.
Selain sebagai ajang olahraga, kompetisi ini juga diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Melalui sistem home and away, panitia berharap kehadiran penonton dapat menghidupkan geliat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi pertandingan, sehingga memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga setempat.
Pendanaan kegiatan ini bersumber dari swadaya dan semangat gotong royong aparatur desa, namun ruang kolaborasi tetap terbuka lebar bagi para donatur dan sponsor yang ingin turut berkontribusi. Panitia menegaskan bahwa liga ini bukan ajang mencari keuntungan, melainkan wadah silaturahmi untuk menciptakan aparatur desa yang lebih sehat, bugar, dan berintegritas.
Dalam menjaga keamanan dan ketertiban, Isri menyampaikan apresiasi atas dukungan yang telah diberikan, serta berharap sinergi tiga pilar , Babinsa, Babinkamtibmas , serta Linmas dapat berjalan optimal. Komitmen keamanan ini juga didukung oleh alokasi APBDes yang terintegrasi sejak tingkat desa.
“Kepada para pemain, bermandikanlah peluh dengan jiwa ksatria. Ingatlah selalu pesan saya, menang itu bonus, tapi sportivitas adalah yang utama,” tegas ketua panitia kegiatan Isri Pariatmi menutup sambutannya dengan semangat kebersamaan.





