BeritaHULU SUNGAI TENGAH

Pemkab HST Perkuat Pengendalian Inflasi Lewat Pangan Murah dan Pasar Murah

Avatar
×

Pemkab HST Perkuat Pengendalian Inflasi Lewat Pangan Murah dan Pasar Murah

Sebarkan artikel ini
Kegiatan pasar murah dalam rangka memeriahkan HKG PKK ke 53. KATAKUNCI / Disdag HST

Barabai (KATAKUNCI) – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok melalui Gerakan Pangan Murah dan Pasar Murah sebagai upaya menjaga kestabilan harga, melindungi daya beli, serta memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Kegiatan yang digelar pada Senin (12/10/2026) di Lapangan Dwi Warna Barabai tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53.

Pelaksanaannya melibatkan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) serta Dinas Perdagangan (Disdag) HST.

Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam membantu masyarakat menghadapi kebutuhan belanja rumah tangga melalui penyediaan berbagai komoditas dengan harga yang telah ditetapkan.

Selain meringankan pengeluaran warga, kegiatan tersebut diarahkan untuk mendukung pengendalian inflasi di daerah.

Kepala DKPP HST, Muhammad Afni Hidayat, mengatakan Gerakan Pangan Murah berfokus pada upaya menjaga keterjangkauan bahan pangan sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.

Ketersediaan komoditas dengan harga yang wajar dinilai penting agar kebutuhan dasar keluarga tetap terpenuhi.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan bisa mendapatkan bahan pangan pokok dengan harga lebih terjangkau, sehingga pengeluaran rumah tangga terbantu dan daya beli tetap terjaga,” ujar Afni.

Sejumlah komoditas pangan ditawarkan kepada masyarakat, di antaranya beras SPHP kemasan lima kilogram seharga Rp60.000 dan beras Punokawan lima kilogram Rp77.000.

Telur ayam ras dijual Rp12.000 per setengah kilogram, sedangkan bawang merah dan bawang putih masing-masing Rp7.000 per seperempat kilogram.

Selain itu, gula pasir tersedia dengan harga Rp19.000 per kilogram dan Minyakita Rp30.000 per dua liter. Penawaran tersebut memberikan alternatif bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dapur dengan menyesuaikan anggaran belanja masing-masing.

Afni menambahkan, keterjangkauan pangan harus didukung oleh ketersediaan pasokan dan koordinasi yang berkesinambungan.

Karena itu, pemerintah daerah perlu memperkuat kerja sama dengan Tim Penggerak PKK, distributor, dan pelaku usaha agar distribusi bahan pokok tetap berjalan dengan baik.

“Sinergi seluruh pihak sangat diperlukan untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga secara berkelanjutan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” katanya.

Di sisi lain, Kepala Disdag HST, Irfan Sunarko, menjelaskan Pasar Murah menjadi instrumen untuk membantu masyarakat memperoleh berbagai kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih ringan.

Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menjaga keterjangkauan barang konsumsi di tengah kebutuhan rumah tangga yang beragam.

“Pasar Murah kami hadirkan untuk membantu masyarakat mendapatkan berbagai kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih terjangkau. Upaya ini sekaligus mendukung pengendalian inflasi dan menjaga kemampuan belanja masyarakat,” ungkap Irfan.

Berbeda dengan penyediaan bahan pangan segar dan kebutuhan pokok utama, Pasar Murah yang difasilitasi Disdag juga menawarkan beragam produk rumah tangga. Barang yang tersedia antara lain mi instan, sabun cuci, cairan pencuci piring, susu kental manis, bumbu penyedap, kecap, teh dan sirup.

Berdasarkan data Disdag HST, mi instan goreng dan mi instan rasa limau kuit dijual Rp14.500 per lima bungkus, sedangkan mi Sakura goreng Rp8.500 per lima bungkus.

Sabun cuci bubuk Daia dipasarkan Rp4.500 per kemasan, sementara sejumlah produk lainnya tersedia dengan harga yang disesuaikan berdasarkan jenis dan satuan penjualan.

Menurut Irfan, penyediaan berbagai jenis barang dalam satu kegiatan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Pemerintah daerah juga berkepentingan memastikan program semacam ini terlaksana secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dan Pasar Murah tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya koordinasi lintas perangkat daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal.

Pemantauan harga, ketersediaan stok, serta kelancaran distribusi tetap diperlukan agar tekanan harga tidak semakin membebani pengeluaran keluarga.

Pemkab HST berharap kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga daya beli masyarakat, memperkuat ketahanan pangan keluarga, dan mengendalikan inflasi daerah.

Melalui sinergi pemerintah, TP PKK, serta pelaku usaha, keterjangkauan kebutuhan pokok diharapkan dapat terus dipertahankan demi mendukung kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *