BeritaHUKUM

Polres HST Pastikan Aksi Mahasiswa di Kantor PLN Berjalan Aman dan Tertib

Avatar
×

Polres HST Pastikan Aksi Mahasiswa di Kantor PLN Berjalan Aman dan Tertib

Sebarkan artikel ini
Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon diskusi dengan mahasiswa terkait jalannya aksi yang di lakukan. KATAKUNCI / Muhammad Ramli

Barabai (KATAKUNCI) – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Barabai dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Barabai mendesak PLN segera membenahi sistem kelistrikan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menyusul seringnya pemadaman yang dikeluhkan masyarakat.

Aksi penyampaian pendapat tersebut berlangsung di Kantor PLN UP3 Barabai, Kamis (30/7/2026) pukul 14.00 hingga 16.15 Wita. Pengamanan dilakukan Polres HST bersama Kodim 1002/HST dan Satpam PLN UP3 Barabai.

Pengamanan dipimpin langsung Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon sebagai bentuk komitmen aparat dalam menjamin hak masyarakat menyampaikan aspirasi secara aman dan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Kegiatan itu dihadiri General Manager PLN UP3 Barabai Izbed Alighorky beserta jajaran, Ketua HMI Cabang Barabai Amril Saifan, Ketua PMII Cabang Barabai Muhammad Alfi Syahrin, serta diikuti 31 peserta aksi.

Dalam orasinya, mahasiswa menyoroti frekuensi pemadaman listrik yang dinilai berdampak terhadap aktivitas masyarakat, pelaku usaha, layanan publik, hingga sektor ekonomi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Mereka menuntut PLN segera memperbaiki sistem kelistrikan agar pasokan listrik kembali stabil, membuka informasi penyebab gangguan secara transparan, serta bertanggung jawab terhadap kerugian masyarakat sesuai aturan yang berlaku.

Selain itu, massa meminta persoalan distribusi listrik dapat diselesaikan paling lambat 7 Agustus 2026. Mahasiswa juga mendesak agar hasil tindak lanjut dipublikasikan secara terbuka melalui kanal informasi resmi PLN.

Sebagai simbol kekecewaan, peserta aksi membawa sejumlah spanduk berisi kritik terhadap pelayanan kelistrikan. Massa juga membawa sebuah keranda bertuliskan “RIP PLN” yang menjadi perhatian selama aksi berlangsung.

Meski diwarnai kritik keras, penyampaian aspirasi berjalan tertib dan kondusif. Aparat keamanan mengawal seluruh rangkaian kegiatan sambil memastikan arus lalu lintas di sekitar lokasi tetap lancar.

Menanggapi tuntutan tersebut, pihak PLN menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan listrik yang terjadi. PLN menjelaskan pemadaman disebabkan gangguan pada sistem jaringan dan proses perbaikan masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.

PLN juga menyatakan komitmen untuk mempercepat normalisasi jaringan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menindaklanjuti setiap laporan kerugian masyarakat sesuai mekanisme yang berlaku.

Hasil dialog antara perwakilan mahasiswa dan manajemen PLN kemudian dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani kedua belah pihak. Penandatanganan itu turut disaksikan langsung oleh Kapolres HST sebagai bentuk penguatan komitmen penyelesaian persoalan.

Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon mengapresiasi peserta aksi yang menyampaikan aspirasi secara tertib dan santun.

“Kami juga mengapresiasi adanya dialog yang berlangsung secara terbuka antara perwakilan mahasiswa dengan pihak PLN hingga menghasilkan kesepakatan bersama. Diharapkan hasil yang telah disepakati dapat ditindaklanjuti dengan baik sehingga permasalahan yang menjadi perhatian masyarakat dapat segera memperoleh solusi,” ujarnya.

Usai dialog, massa membubarkan diri sekitar pukul 16.15 Wita dan melanjutkan konvoi menuju Sekretariat HMI Cabang Barabai dengan pengawalan polisi. Polres HST memastikan situasi tetap aman dan kondusif serta akan terus melakukan monitoring sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya aksi lanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *