BeritaHUKUM

Tiga Rumah di Limpasu Ludes Terbakar, Empat Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal

Avatar
×

Tiga Rumah di Limpasu Ludes Terbakar, Empat Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal

Sebarkan artikel ini
Kobaran api yang menghanguskan 3 bangunan rumah di Limpasu. KATAKUNCI / SS Video

Barabai (KATAKUNCI) – Tiga rumah warga di Desa Limpasu, Kecamatan Limpasu, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), ludes terbakar hingga menyebabkan empat kepala keluarga kehilangan tempat tinggal.

Kebakaran terjadi pada Minggu (4/10/2026) malam di RT 02, RW 01, Desa Limpasu, dengan laporan kejadian diterima petugas sekitar pukul 22.00 WITA.

Api menghanguskan rumah milik Hambran yang dihuni satu kepala keluarga dengan dua jiwa. Bangunan semi permanen tersebut terbakar 100 persen dan seluruh dokumen penting milik keluarga turut menjadi korban.

Nasib serupa dialami Saklani. Rumah berbahan kayu yang ditempatinya bersama satu anggota keluarga juga tidak tersisa setelah dilalap api hingga terbakar seluruhnya.

Sementara itu, rumah milik Misbah menjadi tempat tinggal bagi dua kepala keluarga dengan total tiga jiwa. Bangunan kayu tersebut juga mengalami kerusakan total akibat kebakaran.

Secara keseluruhan, musibah itu berdampak terhadap empat kepala keluarga dengan enam jiwa. Tidak hanya kehilangan tempat tinggal, para korban juga kehilangan dokumen penting yang tersimpan di dalam rumah.

Kebakaran tersebut menyisakan kerugian besar bagi para korban. Rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung dalam sekejap berubah menjadi bangunan yang tak lagi dapat dihuni.

Material bangunan yang sebagian besar berbahan kayu turut membuat api cepat menghanguskan rumah. Situasi itu menunjukkan betapa cepatnya kebakaran berkembang ketika sumber api tidak segera ditangani.

Bagi keluarga korban, malam itu bukan sekadar musibah kebakaran. Hilangnya rumah sekaligus dokumen penting membuat mereka harus kembali menata kehidupan dari awal setelah kehilangan sebagian besar barang milik.

Plt Kepala BPBD dan Damkar HST Ahmad Fathoni melalui Kasi Kedaruratan BPBD dan Damkar HST Fitriadinnor mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai sumber yang berpotensi memicu kebakaran.

“Pastikan kompor, peralatan listrik, dan sumber api lainnya benar-benar aman setelah digunakan. Jika muncul tanda-tanda kebakaran, segera selamatkan diri dan hubungi petugas,” ujar Fitriadinnor menyampaikan imbauan tersebut.

Menurutnya, tindakan cepat sangat penting ketika kebakaran mulai terjadi. Masyarakat diminta tidak mengambil risiko dengan berusaha menyelamatkan barang apabila kondisi api sudah membesar dan membahayakan keselamatan.

BPBD dan Damkar HST juga mengimbau warga memastikan lingkungan rumah memiliki akses yang mudah dilalui kendaraan pemadam. Akses yang terbuka akan membantu petugas menjangkau lokasi dengan lebih cepat saat keadaan darurat.

Musibah di Desa Limpasu kembali mengingatkan bahwa pencegahan menjadi langkah penting dalam menghadapi ancaman kebakaran.

Pemeriksaan instalasi listrik, penggunaan peralatan rumah tangga secara aman, serta kewaspadaan terhadap sumber api perlu dilakukan secara rutin.

Di tengah kehilangan yang dialami empat KK tersebut, dukungan masyarakat sekitar menjadi penting untuk membantu para korban memenuhi kebutuhan dasar dan melewati masa sulit setelah rumah mereka dilalap api.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *