Oleh: Fitri Murni Hidayatullah,Ketua PWI Balangan, Redaktur Pelaksanan Media Online Katakuncinews.com
Selama ini, sebagai wartawan, saya seringkali mengiringi pemberitaan yang menilai negatif industri pertambangan. Narasi yang didominasi oleh isu pengerukan kekayaan alam dan kerusakan lingkungan bahkan konflik sosial tambang membuat citra perusahaan tambang rentan, seolah kontribusi mereka hanya sebatas tonase, laba, dan royalti.
Namun, pengalaman di lapangan memaksa saya menarik kesimpulan yang berbeda. PT Adaro Indonesia bersama mitranya, melalui inisiatif “Satu Cahaya, Sejuta Cerita,” membuktikan bahwa komitmen perusahaan ini jauh melampaui penggalian kekayaan bumi. Mereka ibarat pembawa terang yang sejati dalam kegelapan.
penulis melihat sendiri, program Pengobatan Penyakit Katarak ini , bukanlah bantuan musiman yang hanya muncul saat laporan keberlanjutan disusun. Ini adalah komitmen tanpa jeda yang telah berjalan konsisten sejak tahun 2003—dua dekade penuh. Hingga kini, lebih dari 7.000 pasang mata telah berhasil diterangi.
Angka 7.000 ini bukan statistik penghias laporan keberlanjutan. Ia adalah representasi dari ribuan individu, mulai dari lansia hingga anak beranjak remaja berusia 11 tahun, bahkan warga di usia produktif 26 tahun yang kualitas hidup dan kemandiriannya telah dipulihkan
Tanggung Jawab Moral terkhusus di Kabupaten Balangan Balangan yang berjuluk “Bumi Sanggam,” operasi 153 pasang mata yang ditargetkan bukan sekadar pemenuhan regulasi CSR. Ini adalah pemenuhan tanggung jawab moral terhadap masyarakat di jantung operasional mereka.
Pikirkan ini, Berapa nilai ekonomi dari seorang petani yang dapat kembali mengolah sawahnya tanpa terhalang kabut? Berapa harga kebahagiaan seorang lansia yang akhirnya bisa melihat wajah cucunya?
Nilai yang dikembalikan melalui pemulihan penglihatan ini jauh melampaui bantuan finansial. Ini adalah investasi strategis pada modal sosial dan lonjakan produktivitas daerah.
penulis melihat dilapangan, Keberhasilan program ini terbit dari dua pilar yang tak terpisahkan yakni Kolaborasi Multi-stakeholder yang Ideal yang mana Adaro dan SIS menyediakan sumber daya, sementara sinergi dengan Pemkab Balangan, Dinas Kesehatan, RSUD Datu Kandang Haji, dan YABN menjamin jangkauan masif dan keberlanjutan layanan. Ini adalah cetak biru kemitraan publik-swasta yang seharusnya.
Standar Kualitas Tertinggi juga diterapkan, Adaro tidak hanya efisien dalam produksi batu bara, tetapi juga dalam layanan sosial.
Penggunaan teknologi Phacoemulsifikasi menunjukkan standar kualitas medis tertinggi. Masyarakat mendapatkan prosedur yang lebih cepat, aman, dan pemulihan minimal—layanan setara praktik kedokteran modern.
Program “Satu Cahaya, Sejuta Cerita” adalah bukti nyata bahwa CSR yang tulus menghasilkan dampak sosial yang transformatif. Ini menjembatani kesenjangan akses kesehatan di enam kabupaten.
Melihat respon Pemerintah Kabupaten khususnya Kabupaten Balangan yang menyambut baik kerja sama dan bantuan dari Adaro grup menjadi “berkah besar.” Sambutan baik ini menurut penulis adalah pengakuan bahwa perusahaan telah berhasil menjembatani kesenjangan akses kesehatan, sebuah tugas yang seringkali berat bagi pemerintah daerah saja.
Inisiatif Adaro dan mitranya patut dijadikan tolok ukur wajib bagi seluruh sektor swasta di Indonesia. Investasi pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat adalah jaminan jangka panjang terbaik. Ini adalah investasi yang akan mengamankan stabilitas komunitas, menjamin penerimaan perusahaan, dan memberikan arti yang mendalam bagi setiap ton batu bara yang diproduksi.











