BALANGAN

Potret Sejuk di Balangan, Polsek Halong Jaga Kekhusyukan Nyepi di Tengah Persiapan Idul Fitri 1447 H

Avatar
×

Potret Sejuk di Balangan, Polsek Halong Jaga Kekhusyukan Nyepi di Tengah Persiapan Idul Fitri 1447 H

Sebarkan artikel ini

foto//Kapolsek Halong Iptu Fajar Saputra bersama umat Hindu menjalankan Hari Raya nyepi si  Pura Jagatnatha Bejalin Jaya.

 

Balangan. (KATAKUNCI). – Di tengah persiapan umat Muslim menyambut Idulfitri 1447 H, suasana khidmat dan hening justru menyelimuti Desa Liyu, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan. Desa yang dikenal sebagai potret mini keberagaman Indonesia ini tengah merayakan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, Rabu (18/03/2026).

​Guna memastikan kekhusyukan umat Hindu, Polsek Halong yang dipimpin langsung oleh Kapolsek IPTU M. Fajar Saputra, S.H., M.M., menggelar patroli pengamanan dan dialogis di sekitar Pura Jagatnatha Bejalin Jaya.

​Hasil pantauan di lapangan menunjukkan suasana Desa Liyu sangat kondusif. Berbeda dengan perayaan besar lainnya, Pura Jagatnatha nampak sepi karena mayoritas jemaat memilih melaksanakan ritual ibadah di rumah masing-masing sesuai tradisi Catur Brata Penyepian.

“Kami hadir untuk memastikan saudara-saudara kita umat Hindu dapat menjalankan ibadah dengan tenang. Yang istimewa tahun ini, perayaan Nyepi beririsan dengan rangkaian menyambut Idulfitri,” ujar IPTU Fajar Saputra saat memimpin personelnya.

​Tahun 2026 menjadi tahun yang unik bagi warga Desa Liyu. Dengan komposisi penduduk 40% pemeluk agama Hindu dan sisanya beragama Islam, Kristen, serta Budha, tantangan menjaga ketenangan di malam takbiran yang berdekatan dengan Nyepi menjadi prioritas Polsek Halong.

​Langkah antisipatif telah dilakukan melalui koordinasi dengan Kepala Desa Liyu, Bapak Sukri, dan tokoh lintas agama. Tujuannya satu: agar gema takbir menyambut kemenangan 1 Syawal nanti tetap berjalan selaras tanpa mengganggu kesunyian Nyepi.

​Patroli yang berakhir pada pukul 20.00 WITA tersebut memastikan tidak ada indikasi tindak pidana maupun gangguan kamtibmas lainnya. Warga Desa Liyu kembali membuktikan bahwa perbedaan keyakinan justru menjadi perekat silaturahmi yang kuat.

​”Di sini, toleransi bukan sekadar kata-kata, tapi praktik sehari-hari. Kami menjaga mereka yang sepi, dan mereka menghargai kami yang bersiap hari raya,” ungkap salah satu warga setempat.

​Dengan pengawalan ketat namun humanis dari Polsek Halong, Desa Liyu tetap menjadi oase kedamaian di Bumi Sanggam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *