BALANGAN

Sejuknya Toleransi di Kaki Pegunungan Meratus, Potret Pengamanan Misa Minggu Palma oleh Polsek Halong

Avatar
×

Sejuknya Toleransi di Kaki Pegunungan Meratus, Potret Pengamanan Misa Minggu Palma oleh Polsek Halong

Sebarkan artikel ini

foto//Personel Polsek Halong bersinergi dengan pengamanan internal gereja untuk memastikan kelancaran ibadah Misa Minggu Palma dalam rangka menyambut Pekan Suci dan Hari Raya Paskah 2026. di Gereja Katolik ST. Mikael, Desa Gunung Riut, Kecamatan Halong,

 

​Balangan. (KATAKUNCI). – Minggu pagi (29/3/2026) di Desa Gunung Riut, Kecamatan Halong, tidak seperti biasanya. Riuh rendah suara jemaat yang datang membawa daun palem mulai memadati area Gereja Katolik ST. Mikael. Di sela-sela kesibukan persiapan ibadah, tampak beberapa personel berseragam cokelat berdiri sigap namun tetap melempar senyum ramah kepada setiap jemaat yang hadir.

​Itulah potret sinergitas yang ditunjukkan oleh personel Polsek Halong dalam mengawal ibadah Misa Minggu Palma 2026. Di bawah arahan Kapolsek Halong, IPDA Fajar Saputra, kehadiran polisi di sana bukan sekadar menjaga gerbang, melainkan menjadi bagian dari penjaga kedamaian di tengah keberagaman masyarakat Balangan.

​Ibadah yang dipimpin oleh Pastor Romanus Rusdi Vardani, OFM Cap ini mengangkat tema “Minggu Palma Yesus Masuk ke Kota Yerussalem”. Sekitar 100 jemaat yang datang dari pelosok Kecamatan Halong hingga tetangga sebelah, Kecamatan Paringin, tampak larut dalam suasana khidmat.

​Bagi umat Katolik, Minggu Palma adalah pembuka Pekan Suci. Namun bagi IPDA Fajar Saputra dan jajarannya, ini adalah momentum untuk membuktikan bahwa keamanan adalah milik semua golongan.

​”Tugas kami adalah memastikan setiap warga negara merasa aman saat menghadap Sang Pencipta. Melihat ibadah berjalan tertib dan jemaat bisa pulang dengan senyum, itu adalah kepuasan tersendiri bagi kami di Polsek Halong,” ujar IPDA Fajar Saputra di sela-sela pengamanan.

​Menariknya, pengamanan tidak hanya datang dari kepolisian. Di lapangan, terlihat personel Polsek Halong bahu-membahu dengan petugas pengamanan internal dari kalangan jemaat sendiri. Koordinasi yang cair dan komunikasi yang hangat membuat prosedur keamanan tidak terasa kaku, melainkan terasa seperti kerja bakti bersama demi kelancaran agenda suci tersebut.

​Hingga jarum jam menunjukkan pukul 13.30 WITA, rangkaian ibadah berakhir dengan tenang. Satu per satu jemaat meninggalkan gereja dengan tertib, melintasi personel kepolisian yang masih setia berjaga hingga motor terakhir keluar dari halaman gereja.

​Kegiatan ini barulah awal. Masih ada rangkaian Kamis Putih, Jumat Agung, hingga Paskah yang akan datang. Namun, dengan pengamanan yang humanis dan terukur seperti yang ditunjukkan Polsek Halong hari ini, masyarakat optimis bahwa Pekan Suci 2026 di Kabupaten Balangan akan terus dibalut dalam suasana damai dan penuh toleransi.

​Gunung Riut hari itu menjadi saksi, bahwa di bawah naungan hukum dan semangat persaudaraan, perbedaan keyakinan justru menjadi warna yang memperindah Bumi Sanggam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *