Barabai (KATAKUNCI) – Buluan FC-A resmi mengundurkan diri dari Turnamen Bupati HST Cup 2026 setelah panitia menetapkan Mantuyan FC didiskualifikasi karena terbukti melanggar aturan administrasi pemain.
Keputusan tersebut disampaikan dalam konferensi pers Panitia Turnamen Bupati HST Cup 2026 di Ruang Media Center Stadion Murakata Barabai, Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 14.00 Wita. Konferensi dipimpin Ketua Panitia, Yajid Fahmi, untuk menjelaskan hasil keputusan yang diambil panitia terkait polemik yang terjadi menjelang babak 16 besar.
Yajid Fahmi mengatakan manajemen Buluan FC-A telah menyampaikan pernyataan resmi untuk mengundurkan diri dari turnamen. Panitia menghormati keputusan tersebut dan menilai langkah itu diambil demi menjaga kondusivitas kompetisi serta kepentingan seluruh pihak yang terlibat.
“Kami menghargai keputusan Buluan FC untuk mengundurkan diri. Mudah-mudahan ini menjadi langkah terbaik bagi tim, turnamen, dan masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” ujar Yajid.
Sebelumnya, panitia telah menjatuhkan sanksi administrasi kepada Mantuyan FC setelah proses klarifikasi membuktikan adanya seorang pemain yang terdaftar pada dua tim peserta. Kondisi tersebut dinilai melanggar ketentuan yang telah disepakati seluruh peserta sebelum kompetisi dimulai.
Berdasarkan regulasi turnamen, tim yang terbukti mendaftarkan pemain dengan identitas ganda atau terdaftar di lebih dari satu tim dinyatakan bersalah dan harus menerima konsekuensi berupa gugur dari kompetisi.
Keputusan itu diambil setelah panitia melakukan pemeriksaan dokumen, termasuk mencocokkan data identitas pemain.
Dengan gugurnya Mantuyan FC, secara aturan Buluan FC-A berhak melaju ke babak 16 besar. Namun karena Buluan FC-A memilih mengundurkan diri, panitia menyatakan lawan mereka, Panjalalou FC, berpeluang besar lolos melalui kemenangan walk over (WO).
Yajid menegaskan keputusan tersebut bukan diambil secara terburu-buru. Panitia baru melakukan proses klarifikasi setelah menerima protes resmi dari peserta sesuai mekanisme yang telah diatur dalam peraturan turnamen.
Ia menjelaskan hasil pemeriksaan menunjukkan identitas pemain yang dipermasalahkan memiliki kecocokan berdasarkan foto dan Nomor Induk Kependudukan (NIK), sehingga pelanggaran dinyatakan terbukti secara administrasi. Atas dasar itulah panitia menetapkan Mantuyan FC didiskualifikasi.
“Dasar panitia mengambil keputusan adalah adanya protes resmi yang kemudian ditindaklanjuti dengan klarifikasi. Setelah data diperiksa, identitas pemain dipastikan sama sehingga pelanggaran terbukti sesuai kesepakatan yang berlaku,” tegasnya.
Selain menjelaskan keputusan tersebut, panitia juga mengingatkan seluruh tim agar menjunjung tinggi sportivitas selama sisa pertandingan. Setiap tim diminta mematuhi ketentuan jumlah ofisial, menghormati keputusan perangkat pertandingan, serta menyampaikan keberatan melalui prosedur yang telah ditetapkan.
Panitia juga menegaskan tidak akan mentoleransi segala bentuk intimidasi terhadap wasit maupun perangkat pertandingan. Menurutnya, suasana kompetisi yang aman, tertib, dan sportif menjadi syarat utama agar turnamen tetap menjadi hiburan yang nyaman bagi masyarakat.
Dengan selesainya polemik ini, panitia berharap seluruh peserta dapat kembali fokus menjalani persaingan di babak 16 besar.
Keputusan terhadap Mantuyan FC dan pengunduran diri Buluan FC-A diharapkan menjadi pembelajaran bagi seluruh tim untuk lebih cermat memenuhi ketentuan administrasi serta menjaga semangat fair play sepanjang Turnamen Bupati HST Cup 2026.











