UNIVERSITAS SAPTA MANDIRI

Memutus Isolasi Intelektual: Universitas Sapta Mandiri Fokus Gencarkan Pemulihan Pendidikan di Wilayah Tertinggal Balangan

Avatar
×

Memutus Isolasi Intelektual: Universitas Sapta Mandiri Fokus Gencarkan Pemulihan Pendidikan di Wilayah Tertinggal Balangan

Sebarkan artikel ini

BALANGAN (KATAKUNCI) – Pemerataan akses dan mutu pendidikan masih menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan daerah di kawasan pelosok. Menyadari urgensi tersebut, Universitas Sapta Mandiri (UNIVSM) Balangan secara progresif mengarahkan komitmen tri dharma perguruan tingginya untuk berfokus pada program pemulihan dan penguatan sektor pendidikan di wilayah-wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang ada di Kabupaten Balangan.

Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral akademisi lokal untuk membantu pemerintah daerah dalam mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Melalui pendekatan yang terstruktur, UNIVSM menerjunkan sumber daya terbaiknya—baik dosen maupun mahasiswa—untuk menyentuh langsung titik-titik sekolah pelosok yang masih minim fasilitas dan tenaga pengajar.

Fokus UNIVSM dalam memulihkan pendidikan di wilayah tertinggal tidak hanya dilakukan melalui kajian teoritis di balik meja, melainkan lewat aksi intervensi langsung di lapangan. Salah satu pilar utamanya adalah pengiriman mahasiswa tingkat akhir melalui program asistensi mengajar dan pengabdian masyarakat yang dirancang secara tematik untuk mengisi kekosongan atau keterbatasan tenaga pendidik di sekolah-sekolah kecil pedalaman.

Selain membantu proses belajar-mengajar harian, para civitas akademika UNIVSM juga membawa misi pemulihan literasi dan numerasi dasar. Melalui metode pembelajaran yang kreatif, adaptif, dan berbasis permainan edukatif, para relawan kampus ini berusaha membangkitkan kembali motivasi belajar anak-anak pelosok yang sempat meredup akibat keterbatasan akses geografis dan teknologi.

“Kami melihat bahwa ketimpangan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedalaman di Balangan harus segera dipangkas. Fokus Universitas Sapta Mandiri ke wilayah tertinggal adalah komitmen kami untuk memastikan bahwa anak-anak di pelosok memiliki kesempatan belajar yang sama baiknya. Kita tidak boleh membiarkan potensi generasi muda kita terkubur hanya karena masalah keterbatasan akses,” tegas perwakilan pimpinan UNIVSM. (Arl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *