BeritaHUKUM

Kabut Asap Tebal Kembali Selimuti Barabai, Warga Duga Kiriman Karhutla Pulau Damar

Avatar
×

Kabut Asap Tebal Kembali Selimuti Barabai, Warga Duga Kiriman Karhutla Pulau Damar

Sebarkan artikel ini
Kabut tebal selimuti wilayah Barabai, salah satunya halaman Caffe Lintas Langit. KATAKUNCI / Muhammad Ramli

Barabai (KATAKUNCI) – Kabut asap tebal kembali menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Sabtu malam (12/9/2026).

Pantauan media ini pada Sabtu malam, asap terlihat cukup pekat di sejumlah titik sehingga membuat jarak pandang dan suasana lingkungan tampak berkabut.

Kondisi tersebut muncul setelah cuaca pada siang hari relatif bersahabat tanpa terlihat kepulan asap tebal yang mengganggu aktivitas warga.

Sejumlah warga mengaku baru merasakan perubahan kondisi udara ketika memasuki malam hari. Kabut asap perlahan terlihat semakin pekat dan menyelimuti kawasan permukiman.

“Padahal siang tadi cuaca cukup bersahabat, eh tahunya malam kabutnya tebal,” ujar warga Barabai, Mansur.

Kemunculan kabut asap kembali menjadi perhatian warga, terlebih dalam beberapa waktu terakhir sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan masih menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Salah satu dugaan sumber asap disebut berasal dari wilayah Pulau Damar, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), yang dikabarkan sedang mengalami kebakaran lahan.

Warga menyebut kebakaran di kawasan tersebut cukup besar sehingga asapnya berpotensi terbawa angin menuju wilayah sekitar, termasuk Kota Barabai.

“Di kawasan Pulau Damar, Kabupaten HSU, saat ini terjadi kebakaran lahan yang cukup parah. Mungkin saja asapnya sampai ke Kota Barabai,” kata warga lainnya, Atma.

Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kabut asap di Barabai tanpa adanya keterangan atau hasil pemantauan dari pihak berwenang.

Arah angin, kondisi atmosfer, serta titik api di wilayah sekitar menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi penyebaran asap hingga ke daerah lain.

Kabut asap juga dapat mengganggu kenyamanan warga, terutama jika konsentrasinya meningkat dan bertahan dalam waktu lama.

Kondisi ini membuat warga berharap penanganan terhadap titik-titik kebakaran lahan dilakukan secara cepat agar asap tidak semakin meluas dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Warga juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara serta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kabut asap semakin pekat, khususnya bagi kelompok yang rentan terhadap gangguan akibat kualitas udara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *