Barabai (KATAKUNCI) – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak kebakaran di Desa Banua Binjai, Kecamatan Barabai.
Penyerahan bantuan dilakukan Wakil Bupati HST Gusti Rosyadi Elmi pada Jumat (18/9/2026) pagi, mewakili Bupati HST Samsul Rizal yang masih menjalankan tugas di luar kota.
Gusti Rosyadi menyampaikan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah kepada warga yang sedang menghadapi musibah, sekaligus memastikan kebutuhan awal korban dapat segera terpenuhi.
“Seharusnya Bapak Bupati yang menyerahkan bantuan, tetapi beliau masih ada tugas di luar kota sehingga penyerahan bantuan kami lakukan,” ujar Gusti Rosyadi.
Selain bantuan kebutuhan sehari-hari, Pemkab HST menyiapkan santunan berupa uang tunai berdasarkan tingkat kerusakan rumah yang terdampak kebakaran.
Korban dengan tingkat kerusakan rumah 75 hingga 100 persen akan menerima bantuan sebesar Rp15 juta, sedangkan rumah yang mengalami kerusakan 15 persen mendapat santunan Rp2,5 juta.
Gusti Rosyadi meminta penerima bantuan segera menyiapkan rekening agar proses pencairan dapat dilakukan tanpa menunggu lebih lama.
Besaran santunan untuk rumah dengan kerusakan berat tersebut meningkat dari sebelumnya Rp2,5 juta menjadi Rp15 juta. Artinya, nilai bantuan bertambah Rp12,5 juta atau mengalami kenaikan sebesar 500 persen.
Pemkab HST juga menyerahkan bantuan berupa sembako dan perlengkapan rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan.
Perlengkapan yang diberikan antara lain peralatan dapur dan kebutuhan tidur sementara, mengingat sebagian korban kehilangan tempat tinggal setelah bangunan mereka terbakar.
Kebakaran yang menjadi dasar penyaluran bantuan tersebut terjadi pada Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 23.00 WITA di Jalan Bulau Indah Baru, RT 09 RW 05, Desa Banua Binjai. Api pertama kali dilaporkan muncul dari salah satu rumah warga dan kemudian cepat membesar.
Rumah milik Usman mengalami kerusakan paling parah hingga 100 persen, sedangkan rumah Abdurahman rusak sekitar 75 persen. Rumah Nor Ipansyah juga terdampak sekitar 15 persen setelah bagian bangunannya dibongkar untuk menghambat rambatan api.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat harus mengungsi sementara ke rumah tetangga hingga kondisi memungkinkan untuk kembali.
“Pemerintah daerah berkomitmen agar bantuan bagi korban segera tersalurkan sesuai tingkat kerusakan rumah, sehingga dapat membantu meringankan beban warga setelah musibah ini,” kata Gusti Rosyadi.
Penyaluran bantuan tersebut diharapkan dapat membantu korban memenuhi kebutuhan mendesak sekaligus memberi ruang bagi mereka untuk menata kembali kehidupan setelah kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.











