BALANGAN

Antisipasi Risiko Kebencanaan, BPBD Kalsel dan Balangan Lakukan Ground Check Titik Dugaan Likuifaksi

Avatar
×

Antisipasi Risiko Kebencanaan, BPBD Kalsel dan Balangan Lakukan Ground Check Titik Dugaan Likuifaksi

Sebarkan artikel ini

BALANGAN (KATAKUNCI) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan berkolaborasi dengan BPBD Kabupaten Balangan mengambil langkah taktis guna merespons laporan potensi ancaman geologis di daerah. Tim gabungan dari kedua instansi tersebut turun langsung ke lapangan Rabu (24/6/2026) untuk melakukan pemetaan dan pemeriksaan fisik (ground check) secara menyeluruh. Fokus utama dari operasi pencarian fakta lapangan ini diarahkan pada titik yang diindikasikan mengalami gejala likuifaksi (pencairan tanah) di kawasan Kecamatan Tebing Tinggi.

Langkah mitigasi dini ini sengaja ditempuh guna memastikan keabsahan fenomena pergeseran karakteristik tanah pasca-bencana banjir yang sempat melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu. Tim ahli dan personel lapangan menyisir area perkebunan serta pemukiman yang dilaporkan warga mengalami perubahan struktur tanah yang tidak wajar. Pemeriksaan parameter fisik tanah dinilai mendesak untuk memastikan apakah kondisi tersebut murni berupa pergeseran tanah biasa akibat jenuh air atau memang mengarah pada gejala likuifaksi yang lebih kompleks.

Selama jalannya verifikasi di area Tebing Tinggi, tim BPBD mengumpulkan berbagai data spasial serta dokumentasi visual terkait rekahan, penurunan elevasi tanah, hingga struktur rembesan air yang keluar dari pori-pori bumi. Seluruh temuan data primer dari hasil ground check ini nantinya akan dianalisis secara laboratoris oleh para ahli geologi. Evaluasi mendalam tersebut sangat diperlukan sebagai bahan rekomendasi ilmiah untuk menentukan status kerawanan wilayah serta memetakan tingkat risiko bagi masyarakat sekitar.

Kecamatan Tebing Tinggi yang memiliki karakteristik topografi perbukitan dan aliran sungai memang memerlukan perhatian khusus dalam hal mitigasi bencana struktural. BPBD Kabupaten Balangan menegaskan bahwa keselamatan warga merupakan prioritas mutlak yang melandasi pergerakan cepat tim gabungan ini. Oleh sebab itu, pengawasan terhadap titik-titik rawan pergeseran tanah ini akan terus ditingkatkan, terutama ketika intensitas curah hujan di hulu sungai mulai menunjukkan grafik peningkatan.

Selain melakukan aspek teknis pemetaan, kehadiran personel BPBD di tengah lapangan juga dimanfaatkan untuk memberikan edukasi langsung serta menenangkan warga setempat. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada namun tidak perlu panik secara berlebihan secara sepihak sebelum hasil kajian resmi dikeluarkan oleh pihak berwenang. Warga juga diminta proaktif melaporkan kepada aparat desa atau posko BPBD terdekat apabila kembali menemukan rekahan baru atau perubahan fisik tanah yang mencurigakan di lingkungan mereka.

Sinergi yang solid antara BPBD level provinsi dan kabupaten ini membuktikan berjalannya sistem komando penanggulangan bencana yang integratif di Kalimantan Selatan. Penanganan potensi bencana geologis sejak dini diharapkan mampu meminimalisir dampak kerugian materiil maupun korban jiwa sekecil mungkin (zero victim). Hasil kajian dari lapangan ini nantinya juga akan diserahkan kepada instansi teknis terkait lainnya sebagai dasar penataan ruang kawasan yang berbasis mitigasi bencana.

Sebagai penutup, seluruh rangkaian survei lapangan dan ground check ini menjadi bukti konkret kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat dari ancaman bencana alam. Komitmen pengawalan terhadap kondisi geografis Tebing Tinggi akan terus berjalan secara berkesinambungan. Melalui langkah preventif ilmiah ini, Kabupaten Balangan diharapkan dapat membangun ketangguhan daerah yang mandiri, adaptif, dan selalu siap siaga dalam menghadapi berbagai dinamika alam ke depan.(arl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *