BeritaHUKUM

Api Lalap Hotel Bandung Barabai, Satu Relawan Pingsan Saat Pemadaman

Avatar
×

Api Lalap Hotel Bandung Barabai, Satu Relawan Pingsan Saat Pemadaman

Sebarkan artikel ini
Hotel Bandung Barabai di amuk sijago merah. KATAKUNCI / Relawan

Barabai (KATAKUNCI) – Kebakaran melanda Hotel Bandung di Barabai hingga menghanguskan sekitar separuh bangunan dan memaksa para pengunjung berhamburan keluar menyelamatkan diri.

Peristiwa itu terjadi di Hotel Bandung, Jalan Bhima Nomor 34, Kelurahan Barabai Selatan, Kecamatan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 14.00 Wita. Kobaran api dengan cepat membesar sehingga menimbulkan kepanikan di dalam area hotel.

Sejumlah tamu dan penghuni bangunan bergegas keluar sesaat setelah api mulai membesar. Kepulan asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dan menarik perhatian warga sekitar yang kemudian berdatangan ke lokasi.

Api menghanguskan sekitar 50 persen bangunan permanen hotel. Beruntung, seluruh penghuni dan pengunjung berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Plt Kepala Pelaksana BPBD dan Damkar HST melalui Kasi Kedaruratan, Fitriadinnor, mengatakan petugas segera bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Proses pemadaman dilakukan secara terpadu bersama berbagai unsur hingga kobaran api berhasil dikendalikan.

“Api berhasil dipadamkan 100 persen. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwajib,” ujar Fitriadinnor.

Berdasarkan data BPBD HST, bangunan yang terbakar merupakan milik Rahmad Hidayat Murdiansyah. Bangunan tersebut juga dijadikan tempat hunian satu kepala keluarga yang terdiri dari dua jiwa.

Meski sebagian besar bangunan mengalami kerusakan akibat kebakaran, seluruh dokumen penting milik pemilik bangunan dilaporkan berhasil diselamatkan. Hal itu dinilai dapat meminimalkan dampak lanjutan yang ditimbulkan pascakebakaran.

Proses pemadaman melibatkan personel BPBD dan Damkar HST, Tagana HST, TNI, Polri, BPK/PMK HST (Balakar 654), relawan, aparat kelurahan, serta masyarakat sekitar. Seluruh unsur bekerja sama untuk mencegah api merambat ke bangunan lain yang berada di kawasan padat tersebut.

Di tengah upaya pemadaman, petugas dan relawan harus menghadapi kepulan asap tebal yang mengurangi jarak pandang sekaligus menyulitkan proses pemadaman. Kondisi tersebut juga meningkatkan risiko bagi personel yang berada di garis depan.

Akibat paparan asap, seorang relawan dari BPK Radar dilaporkan pingsan dan langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

“Satu orang relawan kami pingsan, diduga karena sesak napas akibat kepulan asap. Saat ini sudah berada di RSUD Haji Damanhuri Barabai untuk mendapatkan penanganan medis,” kata Fitriadinnor.

Setelah kobaran api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan di seluruh bagian bangunan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan mencegah munculnya kebakaran susulan.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Sementara itu, besaran kerugian material akibat peristiwa tersebut masih didata oleh petugas berwenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *