BeritaHULU SUNGAI TENGAH

Belajar dari Balik Terali, Siswa SMP HST Diajak Sadar Hukum di Rutan Barabai

Avatar
×

Belajar dari Balik Terali, Siswa SMP HST Diajak Sadar Hukum di Rutan Barabai

Sebarkan artikel ini
Ratusan Siswa SMP di HST ,kunjungi rutan kelas II B Barabai, untuk mendapatkan pembelajaran tentang pentingnya sadar hukum sejak dini, Rabu (22/4/2026). KATAKUNCI/Muhammad Ramli

Barabai (KATAKUNCI) – Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Tengah (HST) membawa ratusan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) masuk ke dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Barabai untuk mengikuti kegiatan wisata hukum yang sarat edukasi.

Kunjungan lapangan yang digelar pada Rabu (22/4/2026) ini merupakan langkah preventif strategis guna menanamkan kesadaran hukum sejak dini dan membentengi generasi muda dari jeratan kriminalitas.

Rombongan siswa diterima langsung oleh Kepala Rutan Barabai, I Komang Suparta, didampingi Kepala Seksi Intelijen Kejari HST Andris Budianto serta Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik HST Alamsyah Mappaompo dalam suasana tertib dan kondusif.

Kepala Rutan menekankan bahwa melihat secara langsung kehidupan di balik terali besi akan memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi para pelajar sebagai peringatan keras akan konsekuensi pelanggaran hukum.

“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memberikan gambaran nyata kepada para siswa mengenai konsekuensi dari pelanggaran hukum, sehingga diharapkan dapat menjadi pembelajaran berharga untuk masa depan mereka,” ujar I Komang Suparta.

Senada dengan hal tersebut, Kasi Intelijen Kejari HST Andris Budianto menjelaskan bahwa program ini adalah wujud nyata kehadiran kejaksaan dalam melakukan penyuluhan hukum yang inklusif dan menyentuh langsung sasaran utama yaitu kalangan pelajar.

“Melalui kunjungan ini, kami ingin menanamkan kesadaran hukum sejak dini agar para siswa memahami pentingnya menaati aturan serta menjauhi perbuatan yang melanggar hukum,” tegas Andris Budianto.

Apresiasi tinggi datang dari Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik HST, Alamsyah Mappaompo, yang menilai sinergi lintas instansi ini memberikan pengalaman belajar unik yang tidak bisa didapatkan hanya melalui teori di dalam kelas.

Para siswa pun antusias menyimak penjelasan mengenai tugas fungsi pemasyarakatan dan toured lingkungan rutan secara terbatas, sebuah momen refleksi yang diharapkan mampu membentuk karakter berintegritas dan kepatuhan terhadap norma masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *