Tabalong (KATAKUNCI) – Ketua DPRD Kabupaten Tabalong Riza Fahlipi memanggil PLN UP3 Barabai, PT Tabalong Power Indonesia (TPI) dan PT Makmur Sejahtera Wisesa (MSW) untuk membahas seringnya terjadi gangguan listrik yang mengakibatkan listrik padam di wilayah tersebut.
“Pada pertemuan ini saya meminta agar listrik di wilayah Tabalong tetap menyala normal karena ada dua pembangkit listrik di Tabalong yaitu PT TPI dan MSW,” kata Ketua DPRD Tabalong Riza Fahlipi di Tanjung, Rabu (29/7).
Riza menuturkan, setelah berdiskusi dengan pihak perusahaan diketahui penyebabnya adalah untuk wilayah Kalsel dan Kalteng ternyata saat ini kekurangan daya yang besar.
Ketua DPRD menerangkan, sesuai penjelasan pihak perusahaan baik dari PT TPI maupun PT MSW sudah maksimal memberikan suplai tenaga listrik.
Yang mana lanjut Riza PT TPI secara maksimal telah menyuplai energi listrik sebanyak 200 MW yang tidak ada kendala, serta PT TPI juga sudah menyuplai 16,5 MW pada PLN.
Riza juga menyebutkan telah adanya kepastian dari PT SKS Listrik Kalimantan (SLK), yaitu pemulihan kapasitas daya dari SLK dan pembangkit lain ditargetkan beroperasi penuh pada awal Agustus 2026.
“Ada kabar gembira yaitu SLK selesai diperbaiki pada 8 Agustus dan pembangkit Asam-Asam 25 Agustus 2026, semoga suplai energi listrik Kalsel-Kalteng bisa maksimal,” sebutnya.

Sementara Asisten Manajer UP3 PLN Barabai Arliansyah mengungkapkan terjadi adanya defisit daya pada pembangkit listrik, yang mengakibatkan adanya pemadaman listrik bergilir.
“Saat ini sistem kelistrikan di Kalsel-Kalteng sedang dalam kondisi siaga, karena ada pembangkit listrik yang tidak bisa beroperasi akibat adanya kerusakan,” ungkapnya.
Arliansyah juga memohon maaf kepada seluruh masyarakat yang terdampak ini, semoga kerusakan dapat segera teratasi. (Tim)











