BeritaHUKUM

Marbot Masjid Jami Pemangkih HST Diduga Tenggelam di Sungai

Avatar
×

Marbot Masjid Jami Pemangkih HST Diduga Tenggelam di Sungai

Sebarkan artikel ini
Lokasi ditemukannya alas kaki milir MR, seorang Marbut yang diduga tenggelam di sungai desa Pamangkih. Sabtu (16/5/2026) malam. KATAKUNCI / Tia.

Barabai (KATAKUNCI) – Seorang marbut Masjid Jami Pemangkih dikabarkan hilang dan diduga tenggelam di aliran sungai Desa Pemangkih, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Kejadian tersebut diketahui pada Sabtu (16/5/2026) sekitar pukul 19.34 WITA, setelah warga mendapati tanda-tanda kuat bahwa pria berinisial MR (62) tersebut tidak berada di tempat biasa.

MR dikenal warga sebagai sosok yang rajin dan bertanggung jawab mengurus Masjid Jami Pemangkih, selalu hadir menunaikan tugas mengumandangkan azan setiap waktu sholat tiba.

Kecurigaan semakin menguat setelah ditemukannya sepasang alas kaki milik MR tergeletak di tepi sungai yang lokasinya tidak jauh dari pemukiman warga desa setempat.

Temuan tersebut memicu kekhawatiran mendalam bagi keluarga dan tetangga, mengingat sungai di wilayah tersebut memiliki arus yang cukup deras dan kedalaman yang berubah-ubah.

Berita ini pertama kali tersebar luas melalui grup percakapan WhatsApp “Kalimantan Berbagi Berita” yang kemudian disebarluaskan kembali oleh anggota Grup.

Hingga awal pencarian dilakukan, keberadaan MR belum dapat dipastikan secara pasti, apakah masih berada di sekitar daratan atau terbawa arus ke tengah aliran sungai.

“Belum diketahui pasti posisinya dimana, apakah di darat atau di air,” ungkap salah seorang warga sekitar bernama Tia yang ikut memantau proses pencarian.

Warga setempat sempat merasa gelisah dan bingung ketika pada rentang waktu antara salat Asar hingga Magrib, suara azan yang biasa dikumandangkan MR tidak terdengar sama sekali.

Keadaan itu menjadi hal yang sangat tidak wajar, karena sehari-hari beliau selalu hadir tepat waktu, kecuali sedang tidak ada ditempat ataupun jika sakit.

Menyikapi hal tersebut, gabungan warga dan tim relawan emergency berdatangan untuk melakukan penyisiran menyeluruh ke seluruh sisi sungai dan kawasan sekitarnya.

Penyelidikan terus digiatkan hingga larut malam, tepatnya hingga pukul 23.00 WITA, baik dengan cara menyusuri pinggiran sungai maupun menyelidiki bagian tengah aliran air.

Hingga saat ini upaya pencarian masih terus dilakukan dengan harapan kuat agar MR segera ditemukan dalam keadaan selamat dan dapat berkumpul kembali bersama keluarga tercinta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *