BALANGAN (KATAKUNCI) – Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) Kabupaten Balangan di kawasan Komplek Perkantoran Tugu Maritam, Paringin Selatan, Jumat (26/6/2026) mengambil langkah konkret dalam menjaga kelestarian alam dan mereduksi dampak perubahan iklim global. Momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini dijadikan sebagai batu loncatan untuk menggerakkan aksi nyata penanaman pohon bersama. Mengusung semangat pemulihan ekosistem, agenda hijau ini dipusatkan pada sejumlah titik strategis guna mengembalikan fungsi vegetasi alami serta memperluas kawasan ruang terbuka hijau di wilayah Bumi Sanggam.
Langkah preventif yang diinisiasi oleh DPLH Balangan ini merupakan respon langsung terhadap tantangan degradasi lingkungan dan pemanasan global yang kian nyata. Melalui penanaman bibit pohon pelindung dan produktif, pemerintah daerah berupaya memperkuat daya dukung lingkungan lokal. Selain berfungsi sebagai peneduh kawasan, akar dari pohon-pohon yang ditanam diproyeksikan mampu meningkatkan daya serap air tanah, meminimalisir risiko erosi, serta menjadi paru-paru kota yang menyuplai oksigen bersih bagi masyarakat sekitar.
Aksi penghijauan ini sengaja dirancang secara inklusif dengan melibatkan berbagai elemen penting, mulai dari jajaran instansi pemerintahan, komunitas peduli lingkungan, pihak swasta, hingga warga lokal. Kolaborasi aktif ini mencerminkan bahwa urusan menjaga kelestarian bumi bukan semata-mata tugas sektoral dinas lingkungan, melainkan tanggung jawab kolektif bersama. Kehadiran lintas sektor dalam agenda ini diharapkan mampu menciptakan efek tular semangat peduli lingkungan yang lebih masif di tengah masyarakat.
Otoritas DPLH Balangan menekankan bahwa keberhasilan dari gerakan ini tidak hanya diukur dari seberapa banyak jumlah bibit pohon yang berhasil ditancapkan ke dalam tanah. Aspek krusial yang jauh lebih penting adalah komitmen perawatan dan monitoring berkala pasca-penanaman agar persentase tumbuh kembang bibit tetap tinggi. Oleh karena itu, DPLH turut menggandeng masyarakat di sekitar lokasi penanaman untuk ikut serta menjaga, menyiram, dan melindungi pohon-pohon muda tersebut dari potensi kerusakan.
Pemilihan jenis bibit pohon yang ditanam pun dilakukan melalui pertimbangan yang matang agar selaras dengan karakteristik lahan dan memberikan manfaat ganda. Kombinasi antara pohon hutan yang kokoh untuk jangka panjang serta pohon buah-buahan produktif sengaja dipilih. Dengan demikian, di masa depan, kawasan vegetasi baru ini tidak hanya sukses memulihkan kualitas ekologi lokal, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomis bagi warga setempat melalui hasil panen buah yang melimpah.
Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini, Pemerintah Kabupaten Balangan juga menyelipkan pesan edukasi yang mendalam bagi generasi muda. Pengenalan budaya menanam sejak dini diharapkan mampu menumbuhkan rasa kepemilikan dan cinta terhadap kelestarian alam sekitar. DPLH Balangan berharap aksi ini dapat menginspirasi gerakan-gerakan serupa di tingkat desa maupun halaman rumah masing-masing, sehingga tercipta sabuk hijau yang merata di seluruh penjuru kabupaten.
Sebagai penutup, seluruh rangkaian aksi penanaman pohon ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus konsisten mengawal program-program berbasis lingkungan di Kabupaten Balangan. Peringatan seremonial tahunan ini sukses ditransformasikan menjadi gerakan ekologis yang berdampak nyata bagi kelangsungan mahluk hidup. Sinergi yang kuat antara regulasi pemerintah dan kesadaran swadaya masyarakat optimis mampu mewujudkan Balangan yang asri, lestari, dan nyaman untuk dihuni oleh generasi sekarang hingga masa depan.(arl)











