BALANGAN (KATAKUNCI) – Dalam upaya mewujudkan tata kelola kelembagaan yang sehat, akuntabel, dan berdaya saing tinggi, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Sapta Mandiri (UNIVSM) Balangan mengambil langkah penguatan internal secara menyeluruh. Melalui forum konsolidasi civitas akademika, Ketua LPM UNIVSM menekankan dengan instingtif bahwa Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) bukan sekadar instrumen pemenuhan berkas administrasi, melainkan “ruh” utama yang menggerakkan seluruh nadi peningkatan kualitas institusi.
Langkah penguatan tata kelola ini dirancang untuk menumbuhkan budaya mutu (quality culture) di setiap lini universitas, mulai dari manajemen rektorat, dekanat, program studi, hingga unit-unit pelaksana teknis terkecil di lingkungan kampus Bumi Sanggam.
Dalam paparannya, Ketua LPM UNIVSM menjabarkan bahwa implementasi SPMI yang konsisten merupakan kunci utama bagi perguruan tinggi untuk dapat bersaing di tingkat regional maupun nasional. Siklus SPMI yang mengacu pada prinsip PPEPP—yaitu Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan standar pendidikan tinggi—harus dijalankan secara substantif, bukan formalitas belaka.
Manajemen LPM mengingatkan bahwa mutu sebuah universitas tidak dinilai dari megahnya dokumen di atas meja, melainkan dari bagaimana standar-standar tersebut diwujudkan dalam proses perkuliahan harian, transparansi pelayanan administrasi, mutu riset dosen, serta kebermanfaatan program pengabdian masyarakat.
“SPMI adalah ruh dan kompas dari seluruh aktivitas akademik kita di Universitas Sapta Mandiri. Kita harus merubah paradigma lama; penjaminan mutu jangan lagi dipandang sebagai beban atau momok pemeriksaan, melainkan sebuah kebutuhan mutlak dan gaya hidup institusi. Ketika SPMI berjalan dengan baik secara internal, maka capaian akreditasi unggul eksternal (SPME) akan mengikuti sebagai dampak logis,” tegas Ketua LPM UNIVSM dalam arahannya.(Arl)











