BeritaHULU SUNGAI TENGAH

DLH HST Bekali Mahasiswa KKN UIN Antasari, Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Desa

Avatar
×

DLH HST Bekali Mahasiswa KKN UIN Antasari, Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Desa

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN Tematik II UIN Antasari asal desa Nateh dapat pembekalan tentang pengelolaan sampah. KATAKUNCI / DLH HST

Barabai (KATAKUNCI) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mendorong mahasiswa KKN Tematik Tahap II UIN Antasari Banjarmasin menjadi penggerak pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Desa Nateh, Kecamatan Batang Alai Timur.

Kegiatan peningkatan kapasitas mahasiswa dalam pengelolaan sampah tersebut dilaksanakan beberapa hari yang lalu. Dalam keterangannya di Barabai pada Rabu (21/10/2026), Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Peningkatan Kapasitas DLH HST, Muhammad Fadillah, menekankan pentingnya membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan sebelum terjun melakukan pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Fadillah, mahasiswa memiliki peluang besar untuk membantu mengubah kebiasaan masyarakat dalam menangani sampah. Melalui program KKN, pengetahuan yang diperoleh mahasiswa diharapkan dapat diterjemahkan menjadi kegiatan edukasi dan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan warga desa.

“Mahasiswa KKN tidak hanya dituntut memahami persoalan sampah secara teori, tetapi juga harus mampu mengajak masyarakat menerapkan pengelolaan sampah yang benar, dimulai dari lingkungan rumah tangga,” ujar Fadillah.

Ia menjelaskan, salah satu langkah mendasar yang perlu dibiasakan adalah memilah sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya. Selain itu, masyarakat perlu didorong mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta memanfaatkan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna.

“Persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas kebersihan atau pemerintah. Perlu keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, termasuk mahasiswa yang dapat berperan sebagai penyampai edukasi sekaligus penggerak perubahan di desa,” katanya.

Fadillah menambahkan, pendekatan pengelolaan sampah harus disesuaikan dengan kondisi dan potensi desa agar mudah diterapkan serta berpeluang berkelanjutan. Mahasiswa dapat mendorong sosialisasi pemilahan sampah, membangun kebiasaan menjaga kebersihan, dan mengajak warga terlibat dalam kegiatan lingkungan secara rutin.

Peran mahasiswa juga dinilai penting untuk menumbuhkan pemahaman bahwa penanganan sampah tidak cukup dilakukan setelah sampah menumpuk. Upaya pengurangan sejak awal, pemilahan yang konsisten, dan pemanfaatan kembali material yang masih berguna dapat membantu mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan.

Melalui kegiatan peningkatan kapasitas tersebut, DLH HST berharap mahasiswa KKN Tematik Tahap II UIN Antasari Banjarmasin dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama pengabdian di Desa Nateh. Edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan partisipasi warga sekaligus membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.

Upaya ini menjadi bagian dari dorongan mewujudkan lingkungan desa yang bersih, sehat, dan lestari. Dengan keterlibatan mahasiswa dan masyarakat, pengelolaan sampah diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi berkembang menjadi kebiasaan bersama yang memberi manfaat jangka panjang bagi lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *