Barabai (KATAKUNCI) – Perjalanan mobil box ekspedisi menuju Tabalong berujung kecelakaan beruntun setelah kendaraan tersebut menabrak tiga truk yang sedang mengantre pengisian bahan bakar di Desa Durian Gantang, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).
Peristiwa itu terjadi pada Senin (26/10/2026) sekitar pukul 05.30 Wita, sebelum SPBU setempat mulai beroperasi. Ketiga truk roda enam tersebut sedang terparkir di bahu jalan untuk mengantre pengisian bahan bakar ketika mobil box melaju dari arah Banjarmasin menuju Tabalong.
Berdasarkan keterangan Kasat Lantas Polres HST AKP Saiful Fakri yang disampaikan melalui Kanit Gakkum Aiptu Robinson H. Marpaung, kecelakaan tersebut diduga dipicu pengemudi mobil box yang mengalami microsleep atau tertidur sesaat saat berkendara.
Mobil box ekspedisi bernomor polisi B 9134 SCV itu dikemudikan Abdurrahman, warga Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar. Saat kejadian, ia sedang dalam perjalanan menuju Tabalong untuk mengambil barang ekspedisi sebelum kendaraannya menghantam truk yang terparkir di bahu jalan.
“Dugaan sementara, pengemudi mobil box mengalami microsleep sehingga kendaraannya menabrak truk yang sedang parkir,” ungkap Aiptu Robinson H. Marpaung saat menyampaikan keterangan Kasat Lantas Polres HST.
Benturan pertama mengenai truk bernomor polisi DA 8251 CD yang dikemudikan Saperi, warga Desa Pasting, Kecamatan Hantakan. Akibat tabrakan tersebut, truk Saperi terdorong ke depan hingga menghantam kendaraan lain yang berada di depannya.
Truk kedua bernomor polisi DA 8785 CZ yang dikemudikan Salmani, warga Batang Bahalang, Kecamatan Labuan Amas Selatan, turut terdampak. Benturan berantai itu berlanjut ketika truk Salmani kembali menabrak kendaraan lain yang berada di barisan paling depan.
Rangkaian tabrakan tersebut memperlihatkan cepatnya kecelakaan beruntun terjadi ketika kendaraan berat berada dalam jarak berdekatan. Satu benturan dapat memicu benturan berikutnya, terlebih ketika kendaraan yang mengantre di bahu jalan memiliki ruang terbatas untuk menghindar.
Meski melibatkan empat kendaraan besar, insiden tersebut tidak dilaporkan menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka berat berdasarkan informasi awal yang disampaikan. Kendati demikian, kecelakaan itu menjadi peringatan mengenai risiko berkendara pada pagi hari, terutama bagi pengemudi yang menempuh perjalanan jauh.
Kasat Lantas Polres HST AKP Saiful Fakri melalui Kanit Gakkum Aiptu Robinson H Marpaung mengingatkan pentingnya memastikan kondisi fisik tetap prima sebelum berkendara.
Kelelahan dan rasa kantuk dapat mengurangi konsentrasi serta memperlambat respons pengemudi ketika menghadapi situasi berbahaya di jalan.
“Pengemudi harus memastikan kondisi tubuh benar-benar prima sebelum melakukan perjalanan. Jika mengantuk atau merasa lelah, sebaiknya berhenti di tempat aman untuk beristirahat,” demikian imbauan yang disampaikan melalui Kanit Gakkum.
Microsleep merupakan kondisi tertidur dalam waktu sangat singkat yang dapat terjadi tanpa disadari. Saat mengemudi, hilangnya kesadaran sesaat dapat membuat pengemudi kehilangan kendali dan tidak mampu merespons kondisi jalan secara tepat waktu.
Peristiwa di Durian Gantang menjadi pengingat bahwa keselamatan perjalanan tidak hanya bergantung pada kondisi kendaraan, tetapi juga kesiapan fisik pengemudi. Istirahat yang cukup, kewaspadaan, serta tidak memaksakan diri ketika mengantuk merupakan langkah penting untuk mencegah kecelakaan serupa terulang.











