Berita

Bian Gindas Tutup Festival Pemuda Menyala 2026, Ribuan Warga HST Padati Dwi Warna

Avatar
×

Bian Gindas Tutup Festival Pemuda Menyala 2026, Ribuan Warga HST Padati Dwi Warna

Sebarkan artikel ini
Bian Gindas sukses hibur warga HST dalam kegiatan penutupan festival pemuda menyala 2026 di Barabai. KATAKUNCI / Media Centre HST

Barabai (KATAKUNCI) – Penampilan Bian Gindas menutup Festival Pemuda Menyala 2026 di Lapangan Dwi Warna Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), dengan menghibur ribuan warga melalui deretan lagu andalannya.

Ribuan penonton memadati lapangan tersebut pada Rabu (4/11/2026) malam. Kehadiran mantan vokalis D’Bagindas itu menjadi puncak sekaligus penutup rangkaian festival yang berlangsung selama tujuh hari.

Bian Gindas membawakan tujuh lagu, yakni Apa Yang Terjadi, Jawara Cinta, Maafkan Aku, C.I.N.T.A, Tak Ingin Sendiri, Ay, Yang Penting Happy, dan Suka Sama Kamu. Sejumlah lagu populer tersebut langsung disambut antusias oleh penonton.

Suasana semakin meriah ketika ribuan warga ikut bernyanyi bersama. Penonton juga bergoyang mengikuti irama musik, menjadikan penampilan Bian Gindas sebagai salah satu momen paling dinantikan dalam festival tersebut.

Festival Pemuda Menyala 2026 resmi ditutup oleh Bupati HST melalui Sekretaris Daerah (Sekda) HST, M. Pajaruddin. Penutupan ini menandai berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Dwi Warna Barabai.

Festival yang diinisiasi DPD KNPI HST tersebut berlangsung sejak 29 Oktober hingga 4 November 2026. Selama sepekan, kegiatan ini menjadi ruang bagi pemuda untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkuat kepedulian terhadap persoalan lingkungan.

Mengusung tema “Pemuda Peduli Karhutla”, festival tidak hanya menghadirkan hiburan musik, tetapi juga mengangkat isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tema tersebut menjadi pengingat pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga lingkungan.

Berbagai kegiatan digelar untuk mengisi rangkaian festival, mulai dari bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dialog pemuda, hingga pentas seni pelajar. Agenda tersebut memberikan kesempatan bagi pelaku usaha dan generasi muda untuk memperkenalkan potensi serta kreativitas mereka.

Selain itu, talkshow mengenai karhutla dan ekonomi kreatif turut menjadi bagian dari kegiatan. Penggalangan donasi untuk penanganan karhutla juga dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan.

Salah seorang penonton, Hajizi, mengaku senang dengan penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, kegiatan yang memadukan hiburan dan aktivitas positif bagi pemuda ini layak kembali digelar di Barabai.

“Mudahan event seperti ini sering digelar di Kota Barabai,” ujar Hajizi.

Ia berharap festival serupa dapat kembali menghadirkan hiburan sekaligus memberikan ruang bagi pemuda dan pelaku UMKM untuk berkembang. Antusiasme masyarakat selama kegiatan berlangsung menjadi salah satu modal penting untuk penyelenggaraan berikutnya.

Dengan berakhirnya penampilan Bian Gindas, Festival Pemuda Menyala 2026 resmi ditutup. Festival ini diharapkan menjadi agenda tahunan di HST yang mampu memperkuat kreativitas, kepedulian lingkungan, serta keterlibatan pemuda dalam pembangunan daerah.

Tag:
Penulis: Muhammad RamliEditor: FMH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *