Barabai (KATAKUNCI) – Praktisi kesehatan mental Maulidil Fajri mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental sebagai fondasi untuk membangun kualitas hidup yang lebih baik dan produktif.
Hal itu disampaikan Maulidil Fajri atau Mentor Fajri saat memberikan penjelasan kepada media di Barabai, Sabtu (1/8/2026) siang. Menurutnya, meningkatnya kasus gangguan mental di Indonesia menjadi perhatian bersama yang harus direspons melalui edukasi dan pencegahan.
Ia menjelaskan, hingga kini masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya menjaga kesehatan mental. Padahal, kesehatan mental memiliki peran besar dalam membentuk pola pikir, perilaku, serta kemampuan seseorang menghadapi tekanan hidup.
“Mental yang sehat merupakan modal utama bagi setiap individu untuk terus mengembangkan potensi diri dan menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” ujar Maulidil Fajri.
Menurutnya, upaya meningkatkan kesadaran tidak cukup hanya melalui penyuluhan, tetapi juga perlu diwujudkan dalam pelatihan yang aplikatif dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan, mulai dari instansi pemerintah, organisasi, hingga masyarakat di tingkat kecamatan dan desa.
Fajri mengatakan, materi pelatihan yang disiapkan disusun secara ringkas, praktis, dan relevan dengan kondisi yang dihadapi peserta. Fokus utamanya ialah pencegahan gangguan mental melalui perubahan pola pikir dan pembentukan kebiasaan positif.
Selain membahas kesehatan mental, pelatihan juga mencakup pengembangan sumber daya manusia melalui pendekatan Neuro Linguistic Programming (NLP), kepemimpinan, public speaking, ESQ, serta berbagai tema lain yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta.
Ia menilai, peningkatan kualitas mental akan berdampak langsung terhadap produktivitas individu maupun organisasi. Lingkungan kerja yang sehat secara psikologis juga dinilai mampu meningkatkan kolaborasi dan kinerja.
Berbekal pengalaman lebih dari 16 tahun sebagai praktisi kesehatan mental, Fajri mengaku terus mengembangkan metode pelatihan yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata.
Selain sebagai praktisi kesehatan mental, Fajri juga dikenal sebagai pendiri konsep Reset Pola Pikir yang menitik beratkan penguatan nilai-nilai dasar kehidupan sebagai landasan membangun karakter individu yang bersumber dari Al. Qur’an.
Pendekatan tersebut diarahkan untuk membantu peserta mengubah pola pikir, kebiasaan, dan perilaku menjadi lebih positif sehingga mampu menghadapi berbagai persoalan secara lebih bijaksana dan terukur.
“Kami membuka ruang kemitraan dengan berbagai instansi, organisasi, maupun komunitas agar pelatihan, seminar, webinar, workshop interaktif untuk edukasi kesehatan mental dapat menjangkau lebih banyak masyarakat,” kata Fajri.
Ia berharap kesadaran menjaga kesehatan mental tidak lagi dipandang sebagai kebutuhan kelompok tertentu, melainkan menjadi bagian dari gaya hidup yang harus diterapkan setiap individu sejak dini.
Melalui pelatihan, seminar, webinar, workshop interaktif untuk edukasi yang berkelanjutan, Fajri optimistis masyarakat akan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai bekal membangun kehidupan yang sehat, produktif, dan mampu menghadapi tantangan di tengah perubahan zaman yang cepat seperti sekarang.











