BeritaHULU SUNGAI TENGAH

Purna Tugas Bukan Akhir Pengabdian Muhammad Yani, Seni dan Generasi Muda Jadi Pilihan

Avatar
×

Purna Tugas Bukan Akhir Pengabdian Muhammad Yani, Seni dan Generasi Muda Jadi Pilihan

Sebarkan artikel ini
Muhammad Yani, saat diwawancarai awak media, langkah selanjutnya setelah purna tugas. KATAKUNCI / Muhammad Ramli

Barabai (KATAKUNCI) – Purna tugas dari birokrasi bagi Muhammad Yani bukanlah garis akhir pengabdian, melainkan awal untuk kembali lebih dekat dengan masyarakat dan generasi muda.

Pesan itu disampaikannya seusai mengikuti Ramah Tamah Purna Tugas Sekda HST di Pendopo Bupati HST, Selasa (1/9/2026) malam. Setelah melepas jabatan Sekretaris Daerah Hulu Sungai Tengah, Yani menegaskan sejumlah aktivitas yang selama ini menjadi perhatiannya tetap akan dilanjutkan, terutama pembinaan seni, budaya, dan kreativitas anak muda.

Baginya, pembinaan generasi muda tidak selalu harus berada dalam struktur pemerintahan. Ada ruang-ruang nonformal yang justru dapat menjadi tempat anak-anak mengembangkan kemampuan, menemukan kepercayaan diri, sekaligus belajar bekerja bersama.

Salah satu wadah yang menjadi perhatiannya ialah Balai Rakyat Kreatif Hub. Di tempat itu, berbagai kegiatan tumbuh dan melibatkan ratusan anak muda, mulai dari seni tari hingga musik, public speaking, dan English Club.

Gendewa Studio Art Murakata, misalnya, kini memiliki sekitar 300 anggota yang mayoritas merupakan pelajar. Sementara Murakata Symphony Orchestra beranggotakan sekitar 180 orang. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa ruang kreativitas dapat berkembang ketika mendapat pembinaan yang konsisten.

“Secara struktural memang tidak ada dalam tugas Sekda, tetapi kegiatan seperti inilah yang menghidupkan generasi kita agar terus berkembang dan berkelanjutan,” kata Yani.

Ia berharap estafet pembinaan itu tetap dilanjutkan oleh pejabat yang nantinya dipercaya menduduki posisi Sekda HST. Menurutnya, pergantian jabatan tidak semestinya membuat program yang telah memberikan manfaat bagi masyarakat ikut terhenti.

Yani juga mengapresiasi dukungan Bupati HST Samsul Rizal terhadap aktivitas di Balai Rakyat Kreatif Hub. Menurutnya, sejumlah fasilitas seperti pendingin ruangan, videotron, dan perangkat tata suara membuat tempat tersebut semakin representatif untuk menunjang kegiatan masyarakat.

Dukungan itu, lanjutnya, menjadi modal penting agar ruang kreativitas tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi mampu melahirkan generasi yang memiliki keterampilan dan keberanian untuk tampil. Pembinaan semacam ini dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi daerah.

Memasuki masa purna tugas, Yani pun berencana kembali menikmati aktivitas yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat. Berkebun menjadi salah satu pilihan, sembari tetap membuka kesempatan mengajar di PSDKU Universitas Lambung Mangkurat pada Program Studi Ekonomi Pembangunan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan.

Pengalaman panjangnya di pemerintahan juga membuat Yani melihat pentingnya keberanian seorang pemimpin mengevaluasi kebijakan tanpa terburu-buru menghentikan program yang masih memiliki manfaat. Ia menilai kepemimpinan Samsul Rizal menunjukkan keterlibatan yang cukup kuat dalam mempertahankan sejumlah kegiatan pembinaan.

Yani menilai jejaring kerja Bupati HST di kementerian maupun berbagai lembaga juga menjadi salah satu kekuatan dalam mendukung kebijakan daerah. Jaringan tersebut dapat membuka peluang kerja sama dan memperluas dukungan terhadap program pembangunan yang menyentuh kepentingan masyarakat.

Sementara itu, ketika ditanya mengenai kemungkinan dirinya masuk ke dunia politik setelah pensiun, Yani tidak memberikan jawaban yang sepenuhnya tertutup. Ia menilai pengabdian memiliki banyak jalur dan politik hanya salah satu pilihan jika kelak dianggap efektif untuk mewujudkan gagasan yang diyakininya.

Kabar mengenai pendekatan dengan Partai Gerindra pun diakuinya bukan tanpa dasar. Yani menyebut komunikasi dan diskusi dengan partai berlambang Garuda itu memang pernah dilakukan, terutama terkait pemberian masukan mengenai kepentingan masyarakat dan pembangunan ekonomi daerah, tetapi ia menegaskan belum memiliki kartu tanda anggota.

Jika suatu saat Bupati Samsul Rizal meminta dirinya bergabung dan membantu dari jalur politik, Yani menyatakan siap mempertimbangkannya. Bagi dia, yang terpenting bukan jabatan atau kendaraan politik, melainkan kesempatan untuk tetap memberikan pemikiran dan pengalaman bagi kemajuan Hulu Sungai Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *