BeritaHUKUM

Hujan Deras Guyur HST, Warga Berharap Karhutla dan Kabut Asap Segera Reda

Avatar
×

Hujan Deras Guyur HST, Warga Berharap Karhutla dan Kabut Asap Segera Reda

Sebarkan artikel ini
Hujan mengguyur wilayah kabupaten HST dengan intensitas lebat. KATAKUNCI / Muhammad Ramli

Barabai (KATAKUNCI) – Hujan deras mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), membawa harapan baru bagi masyarakat yang sebelumnya menghadapi cuaca kering dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hujan tersebut turun pada Senin (7/9/2026) siang dengan intensitas cukup deras di sejumlah kawasan HST. Kondisi ini langsung disambut lega warga yang telah beberapa bulan merasakan minimnya curah hujan.

Turunnya hujan dinilai menjadi momentum penting untuk membantu menekan dampak kekeringan sekaligus membersihkan udara yang tercemar asap karhutla.

Kabut asap dalam beberapa waktu terakhir sempat mengganggu kenyamanan masyarakat, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Kondisi tersebut juga membuat kualitas udara menjadi perhatian warga.

Emilda, salah seorang warga HST, menyambut turunnya hujan sebagai kabar baik setelah wilayah tersebut cukup lama dilanda kondisi kering dan asap.

“Alhamdulillah setelah beberapa bulan tidak turun hujan dan di tengah tebalnya kabut asap, rahmat Allah turun berupa hujan,” ujar Emilda.

Ia berharap curah hujan yang turun cukup deras dapat membantu membasahi lahan dan kawasan hutan yang masih berpotensi terbakar.

Selain itu, hujan diharapkan mampu mengurangi bahkan memadamkan titik api yang masih muncul di sejumlah wilayah rawan karhutla.

Jika berlangsung berkelanjutan, kondisi tersebut berpotensi membantu memulihkan kelembapan lahan yang sebelumnya mengering akibat minimnya hujan.

Masyarakat juga berharap hujan dapat menekan sebaran asap sehingga jarak pandang dan kenyamanan udara berangsur membaik.

“Semoga dengan hujan ini, titik-titik api di lahan dan hutan yang masih terbakar bisa padam, asap segera berkurang, dan udara kembali bersih sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman,” katanya.

Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi karhutla, terutama apabila kondisi kembali kering setelah hujan berhenti.

Pemantauan terhadap kawasan yang sebelumnya terbakar juga penting dilakukan untuk memastikan tidak muncul kembali bara atau titik api baru.

Bagi warga, hujan kali ini bukan sekadar perubahan cuaca, tetapi juga diharapkan menjadi awal membaiknya kondisi lingkungan dan berakhirnya gangguan kabut asap di HST.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *