Barabai (KATAKUNCI) – Pemkab Hulu Sungai Tengah (HST) langsung menyalurkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran di Desa Bakti, Kecamatan Batu Benawa, sebagai langkah cepat penanganan pascabencana.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 12.50 WITA di Desa Bakti RT 004/RW 002, Minggu (6/9/2026). Setelah kondisi di lokasi dinyatakan kondusif, bantuan langsung diserahkan pada hari yang sama melalui Dinas Sosial PPKB PPPA HST bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) HST.
Bantuan yang disalurkan meliputi uang tunai, sembako, serta kebutuhan nonlogistik untuk memenuhi keperluan mendesak warga setelah rumah mereka terdampak kebakaran.
Hasil pendataan mencatat lima kepala keluarga dengan total 15 jiwa terdampak. Tiga rumah mengalami kerusakan 100 persen, sedangkan dua lainnya masing-masing mengalami kerusakan sekitar 20 persen dan lima persen.
Tiga rumah yang rusak total milik Ahmad Fauzi, Samporna, dan Hamidah. Sementara rumah Daud Muslim mengalami kerusakan sekitar 20 persen dan Suryana Wahyudin sekitar lima persen.
Sebagian bangunan yang terbakar berbahan kayu sehingga api cepat merusak rumah. Tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut, sedangkan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Bupati HST Samsul Rizal mengatakan pemerintah daerah bergerak cepat agar warga terdampak segera memperoleh bantuan, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar setelah musibah.
“Pemerintah hadir untuk masyarakat yang terdampak musibah kebakaran. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus membantu memenuhi kebutuhan mereka setelah mengalami musibah,” kata Samsul Rizal.
Pemkab HST juga telah menaikkan besaran santunan korban kebakaran dari sebelumnya maksimal Rp2,5 juta menjadi maksimal Rp15 juta. Besaran bantuan disesuaikan dengan persentase kerusakan rumah yang dialami korban.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari penguatan perlindungan sosial bagi masyarakat yang terdampak bencana. Skema santunan berbasis tingkat kerusakan diharapkan membuat bantuan lebih proporsional sesuai kondisi masing-masing keluarga.
Kepala Dinsos PPKB PPPA HST Syahbidin mengatakan penyaluran bantuan dilakukan setelah situasi di lokasi aman dan kondusif sehingga kebutuhan mendesak korban dapat segera ditangani.
“Bantuan ini kami salurkan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan mendesak setelah rumah mereka terdampak kebakaran. Kami juga terus melakukan pendataan dan pendampingan agar penanganan sesuai dengan kondisi korban,” ujarnya.
Penanganan kebakaran melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tagana HST, BPBD dan Damkar HST, Balakar 654 Murakata HST, Polsek Batu Benawa, pemerintah desa dan kecamatan, Koramil, PLN, serta masyarakat. Kolaborasi tersebut mempercepat penanganan sekaligus memastikan kebutuhan korban terdata.
Selain bantuan awal, pendataan lanjutan dilakukan untuk memastikan kondisi setiap keluarga dan kebutuhan pemulihan dapat menjadi dasar pemberian bantuan berikutnya. Pemerintah daerah juga mendorong warga terdampak untuk memanfaatkan dukungan yang tersedia selama masa pemulihan.
Bantuan yang diserahkan pada hari yang sama setelah kondisi lokasi kondusif diharapkan dapat meringankan beban lima keluarga terdampak. Pemkab HST memastikan penanganan sosial terus dilakukan agar warga dapat memenuhi kebutuhan dasar dan kembali menjalankan aktivitas secara bertahap.











