BeritaEKONOMIHULU SUNGAI TENGAH

Bulog HST Optimis Capai Target Pengadaan Beras 2026 Lewat Optimalisasi Sawah Lebak

Avatar
×

Bulog HST Optimis Capai Target Pengadaan Beras 2026 Lewat Optimalisasi Sawah Lebak

Sebarkan artikel ini
Kantor Bulog cabang HST. KATAKUNCI / Muhammad Ramli

Barabai (KATAKUNCI) – Perum Bulog Kantor Cabang Hulu Sungai Tengah (HST) optimis mampu mencapai target pengadaan beras tahun 2026 sebesar 9.345 ton melalui strategi pengoptimalan potensi sawah lebak di sejumlah wilayah kerja.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Perum Bulog HST, Muhammad Riza Wahyudi Al-Akram, saat ditemui di ruang kerjanya pada Kamis, (23/6/2026) sore.

Realisasi pengadaan gabah dan beras hingga tanggal 22 Juli 2026 telah mencatatkan angka positif sebesar 4.039 ton setara beras.

Jumlah capaian tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 104 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 lalu yang hanya mencapai 3.925 ton.

Jika dikalkulasikan terhadap total keseluruhan realisasi pengadaan tahun 2025 yang berada di angka 4.287 ton, capaian berjalan saat ini telah menyentuh 94,23 persen.

Meskipun target pengadaan tahun 2026 mengalami lonjakan signifikan menjadi 9.345 ton dari target tahun sebelumnya yang sebesar 2.550 ton, pihak Bulog tetap optimistis target tersebut dapat terpenuhi.

“Kami sangat optimis target tahun ini dapat tercapai secara maksimal dengan mengandalkan potensi besar dari sektor pertanian sawah lebak yang tersebar di berbagai kabupaten,” ujar Riza Wahyudi Al-Akram dalam penjelasannya.

Strategi penyerapan gabah petani difokuskan pada kawasan-kawasan sentra lebak potensial mencakup wilayah Hulu Sungai Tengah seperti Kecamatan Pandawan dan Labuan Amas Utara (LAU).

Selain itu, penguatan pengadaan juga menyasar Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang hampir seluruh wilayahnya memiliki karakteristik lahan lebak produktif.

Wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) khususnya kawasan Daha atau Nagara serta Kabupaten Tapin di Candi Laras atau Margasari turut menjadi andalan utama penyerapan.

Berdasarkan data operasional per 22 Juli 2026, ketahanan stok beras di bawah pengelolaan Bulog HST berada pada posisi aman dengan jumlah ketersediaan mencapai 6.735 ton.

Angka ketersediaan stok tersebut terdiri atas stock eksisting sebesar 3.135 ton serta tambahan persediaan dalam perjalanan dan potensi pengadaan lokal sebesar 3.600 ton.

“Ketahanan stok operasional ini dipastikan mampu mencukupi kebutuhan penyaluran pangan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan secara stabil,” tambahnya menegaskan komitmen Bulog.

Dengan sinergi antara potensi lahan lebak dan langkah taktis pengadaan yang masif, Bulog HST siap menjaga stabilitas ketersediaan pangan di Kalimantan Selatan secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *