Barabai (KATAKUNCI) – Seorang pelajar perempuan berusia 13 tahun meninggal dunia secara tragis setelah diduga tersetrum aliran listrik saat ingin memandikan adiknya di rumah yang menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.
Peristiwa menyedihkan itu terjadi pada Kamis (21/5/2026) malam, tepatnya sekitar pukul 20.30 Wita, di Jalan Sarigading RT 004 RW 004 Gang Sawahan, Kelurahan Barabai Utara, Kecamatan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Korban yangbdiketahui berinisial DAS, seorang siswi yang masih duduk di bangku sekolah Madrasah Tsanawiyah Barabai, dikenal sebagai anak yang penurut dan sangat menyayangi saudara-saudaranya.
Malam itu, suasana di rumah sederhana itu berjalan biasa hingga korban berniat memandikan adiknya di ruang mandi, tanpa menyadari bahaya yang mengintai di balik pintu kamar mandi yang akan dibukanya.
Saat tangan mungilnya menyentuh dan menarik daun pintu kamar mandi, arus listrik seketika menyambar tubuhnya, diduga akibat kabel lampu yang terjepit dan terkelupas di bagian sambungan pintu tersebut.
Kejadian cepat dan mengerikan itu disaksikan langsung oleh adiknya yang masih kecil, yang kemudian berteriak histeris meminta tolong kepada keluarga maupun tetangga yang tinggal berdekatan.
Teriakan panik anak kecil itu memecah keheningan malam, membuat keluarga dan warga sekitar bergegas berlari mendatangi rumah korban untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Sesampainya di lokasi, warga mendapati tubuh korban sudah tergeletak tak berdaya di lantai kamar mandi, sementara adiknya terus menangis di samping tubuh kakaknya yang diam membisu.
Dengan bergegas, korban segera diangkat dan dibawa menuju rumah sakit guna mendapatkan pertolongan pertama, berharap masih ada harapan untuk menyelamatkan nyawanya.
Namun, harapan itu harus runtuh seketika setelah tim medis melakukan serangkaian pemeriksaan dan memastikan nyawa gadis remaja itu tidak dapat diselamatkan lagi.
Personel Satuan Reserse Kriminal Polres Hulu Sungai Tengah bersama Bhabinkamtibmas setempat segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan serta penanganan sesuai prosedur yang berlaku.
Hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian mengungkapkan tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan atau bekas luka yang mencurigakan pada tubuh korban, sehingga kasat mata peristiwa murni merupakan musibah.
Pihak keluarga dengan hati yang pedih menerima kepergian sang anak sebagai takdir dan musibah yang tidak terduga, serta menyatakan penolakan atas dilakukannya tindakan autopsi terhadap jenazah korban.
Sementara itu Kapolres Hulu Sungai Tengah, Jupri JHP Tampubolon, menyampaikan rasa belasungkawa yang sangat mendalam atas peristiwa yang menimpa keluarga korban.
“Kami turut berduka cita atas meninggalnya korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah ini,” ujar Kapolres ketika di hubungi media ini, Jumat (22/5/2026) siang.
Pihak kepolisian juga mengingatkan seluruh masyarakat agar tidak menganggap remeh kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing, terutama di ruangan yang lembap dan sering terkena air.
“Keselamatan instalasi listrik di rumah sangat penting diperhatikan. Pastikan kabel maupun peralatan listrik dalam kondisi aman dan jauh dari potensi korsleting ataupun sengatan listrik yang dapat membahayakan penghuni rumah,” tambahnya.
Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga dan peringatan keras bagi semua pihak, bahwa keamanan sarana listrik adalah hal mutlak yang harus dijaga demi keselamatan seluruh anggota keluarga di rumah.











