BALANGAN

Perkuat Manajemen Pascabencana, BPBD Hulu Sungai Utara Gali Ilmu ke Balangan

Avatar
×

Perkuat Manajemen Pascabencana, BPBD Hulu Sungai Utara Gali Ilmu ke Balangan

Sebarkan artikel ini

BALANGAN (KATAKUNCI) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Balangan menerima kunjungan kerja strategis dari jajaran BPBD Kabupaten Hulu Sungai Utara Rabu (13/5/2026). Pertemuan penting antardaerah ini berlangsung hangat di Kantor BPBD Balangan, Paringin Selatan, sebagai wadah untuk saling bertukar wawasan terkait penanganan bencana yang komprehensif.

Fokus utama dari kunjungan kedinasan ini adalah untuk mempelajari secara mendalam mengenai teknis penyusunan dokumen Pengkajian Kebutuhan Pasca bencana atau yang dikenal dengan istilah Jitupasna. Dokumen ini memegang peranan krusial sebagai fondasi utama dalam menentukan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi pasca terjadinya bencana alam.

Kepala Pelaksana BPBD Balangan menyambut baik kedatangan rombongan dari kabupaten tetangga tersebut dan menyatakan kesiapannya untuk berbagi pengalaman. Pihaknya menilai sinergi antardaerah seperti ini sangat penting guna menyamakan persepsi dan standar operasional prosedur penanggulangan bencana di wilayah Kalimantan Selatan.

Dalam sesi diskusi, tim teknis BPBD Balangan memaparkan langkah-langkah strategis serta indikator apa saja yang harus dimasukkan dalam penyusunan dokumen Jitupasna agar dinilai akurat. Penilaian yang tepat terhadap kerusakan dan kerugian sektor fisik, ekonomi, hingga sosial menjadi poin krusial yang dibahas secara mendalam.

Sementara itu, perwakilan dari BPBD Hulu Sungai Utara menyampaikan apresiasi yang tinggi atas keterbukaan dan ilmu yang dibagikan oleh tuan rumah. Pihaknya mengakui bahwa skema penyusunan dokumen penanggulangan pasca bencana di Balangan dinilai sudah tertata dengan baik dan layak diadopsi untuk diterapkan di daerah mereka.

Selain membahas dokumen Jitupasna, kedua belah pihak juga memanfaatkan momentum ini untuk saling berbagi strategi mengenai kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Komunikasi yang intens terus dibangun mengingat kedua wilayah ini secara geografis kerap menghadapi tantangan bencana yang serupa.

Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan kapasitas personel dari kedua BPBD dapat semakin meningkat dalam menyajikan data pasca bencana yang valid dan cepat. Sinergi ini ditargetkan mampu mempercepat pemulihan kondisi masyarakat serta infrastruktur daerah pasca bencana demi mewujudkan wilayah yang lebih tangguh.(arl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *