BALANGAN (KATAKUNCI) – Program Studi Teknik Sipil Fakultas Sains dan Teknik Universitas Sapta Mandiri (UNIVSM) terus berkomitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di wilayah Kabupaten Balangan. Guna mewujudkan hal tersebut, institusi ini secara resmi menjalin kemitraan strategis dengan dunia usaha dan organisasi profesi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Minggu (11/1/2026). Langkah besar ini diperkuat pula dengan penyelenggaraan kuliah tamu yang melibatkan para praktisi ahli di bidangnya.
Kolaborasi multi-pihak ini menggandeng dua mitra krusial, yakni PT Dinar Energi Utama serta Forum Insinyur Muda (FIM) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) wilayah Kalimantan Selatan. Sinergi ini sengaja dibangun sebagai implementasi nyata dari konsep link and match. Melalui konsep tersebut, kurikulum perguruan tinggi dirancang agar lebih adaptif dan selaras dengan kualifikasi riil yang dibutuhkan oleh industri konstruksi saat ini.
Prosesi penandatanganan MoU dilakukan secara langsung oleh Rektor UNIVSM, Abdul Hamid. Komitmen kelembagaan tersebut kemudian ditindaklanjuti secara lebih operasional lewat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (MoA) oleh Wakil Rektor III bersama Dekan Fakultas Sains dan Teknik. Struktur kerja sama ini memastikan bahwa setiap kesepakatan akademik dapat diimplementasikan secara konkret ke dalam aktivitas keteknikan di lapangan.
Ketua Program Studi Teknik Sipil UNIVSM, Nadya Kartika Dewi, menjelaskan bahwa kemitraan jangka panjang ini difokuskan pada tiga pilar utama, yaitu peningkatan mutu pendidikan, riset terapan, serta pengabdian masyarakat. Nadya menambahkan, program kolaboratif ini diarahkan secara khusus untuk memperkokoh karakter keinsinyuran mahasiswa, memperluas wawasan profesional, serta melatih kesiapan mereka sebelum memasuki persaingan dunia kerja yang semakin ketat.
Melalui skema kerja sama ini, mahasiswa Teknik Sipil UNIVSM akan mendapatkan ruang belajar yang lebih fleksibel di luar kelas teori. Mereka akan dibekali keahlian teknis secara langsung melalui program kuliah praktisi, lokakarya, hingga pelatihan intensif. Fokus pembelajarannya mencakup keahlian krusial seperti metode survei mutakhir, pemetaan wilayah, hingga pengoperasian Sistem Informasi Geografis (GIS) yang menjadi standar industri modern.
Selain penguatan kompetensi di kampus, kemitraan berdurasi lima tahun ini juga membuka lebar pintu bagi mahasiswa untuk mengikuti program magang dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada proyek-proyek strategis. Pengalaman langsung di lapangan ini diharapkan mampu mengasah kemampuan analisis spasial mahasiswa, serta memberikan kontribusi nyata dalam penyelesaian problem infrastruktur di tengah masyarakat dengan berbasiskan data yang valid.
Pada aspek non-teknis, para calon insinyur muda ini dibekali pemahaman mendalam mengenai kode etik profesi, perencanaan karier, pengembangan portofolio profesional, serta peluang sertifikasi kompetensi. Berkat kesuksesan koordinasi dari Rani Nasrasyam Zalma selaku koordinator acara, kegiatan ini berjalan lancar dan menjadi momentum awal bagi UNIVSM untuk mencetak sarjana teknik yang kompeten, adaptif, serta siap berkontribusi pada pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. (arl)











