BeritaHUKUM

Tumpukan Ranting Tersendat di Bawah Jembatan Dharma, Warga Barabai Minta Segera Ditangani

Avatar
×

Tumpukan Ranting Tersendat di Bawah Jembatan Dharma, Warga Barabai Minta Segera Ditangani

Sebarkan artikel ini
Tumpukan raba ( ranting pohon ) yang tersendat tidak jauh dengan jembatan Dharma Barabai, Minggu (17/5/2026) . KATAKUNCI / Muhammad Ramli

Barabai (KATAKUNCI) – Tumpukan ranting bercampur sampah tersendat dan menumpuk pada aliran sungai tepatnya di bawah Jembatan Dharma Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Kejadian ini mulai terlihat sejak Minggu (17/5/2026) siang, seiring meluapnya air sungai akibat hujan turun dengan intensitas bervariasi, mulai dari ringan, sedang, hingga cukup lebat.

Kondisi air makin meninggi karena mendapat kiriman aliran dari kawasan Pegunungan Meratus yang diguyur hujan terus-menerus sejak dinihari hingga siang hari.

Jembatan Dharma sendiri merupakan jalur penghubung vital sekaligus jalan pintas yang menghubungkan Kelurahan Barabai Selatan, Barabai Barat, hingga menuju ke Kelurahan Barabai Darat.

Setiap harinya, jembatan ini ramai dilalui oleh warga, baik yang berjalan kaki maupun pengguna sepeda motor, sehingga kondisinya sangat berpengaruh terhadap kelancaran aktivitas sehari‑hari.

Tumpukan material tersebut berasal dari hulu sungai Kota Barabai yang terbawa arus kuat, lalu terperangkap di dekat jembatan Dharma

Sebagian besar sampah yang menumpuk didominasi oleh batang bambu, potongan kayu, serta ranting pohon kering yang ikut hanyut saat air sungai naik.

Akibat hal ini, permukaan air sungai menjadi makin tinggi dan meluap hingga mulai merendam pemukiman warga di sepanjang bantaran sungai dengan kedalaman yang berbeda‑beda.

Keberadaan tumpukan di bawah jembatan itu turut memperlambat aliran air, sehingga risiko genangan yang makin luas dan lama menjadi kekhawatiran nyata bagi masyarakat sekitar.

Salah seorang warga setempat, Raji menyampaikan kekhawatirannya dan meminta perhatian serius dari pihak berwenang sesegera mungkin.

“Kami memohon agar instansi terkait segera membersihkan tumpukan ini. Jika dibiarkan, sampah makin menumpuk dan dikhawatirkan bisa menabrak serta merusak bangunan jembatan ini,” ujar Raji.

Ia menambahkan, kekhawatiran warga makin bertambah karena air sungai masih terus naik meskipun curah hujan di daerah hulu sudah berhenti.

Warga berharap penanganan cepat dilakukan demi menjaga keamanan struktur jembatan serta mencegah meluasnya genangan air yang mengganggu kenyamanan dan keselamatan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *