BeritaHULU SUNGAI TENGAH

Isu Penutupan Permanen Gunung Halau-Halau, Pemkab HST: Belum Ada Keputusan Resmi

Avatar
×

Isu Penutupan Permanen Gunung Halau-Halau, Pemkab HST: Belum Ada Keputusan Resmi

Sebarkan artikel ini
Seorang pendaki yang berada di puncak tertinggi Kalsel ( Gunung Halau Halau ) KATAKUNCI / Ediyasmi

Barabai (KATAKUNCI) – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) secara tegas membantah isu penutupan permanen akses pendakian Gunung Halau-Halau dan memastikan aktivitas wisata masih dapat berjalan dengan pengaturan yang ada.

Sekretaris Daerah HST Muhammad Yani menyampaikan klarifikasi penting tersebut di Barabai pada Senin (4/5/2026), seraya menyayangkan beredarnya informasi yang tidak terkoordinasi mengenai destinasi favorit wisatawan nasional maupun mancanegara ini.

“Penutupan permanen tidak pernah terjadi sebelumnya, biasanya pembatasan akses hanya diberlakukan saat berlangsungnya kegiatan adat tertentu,” kata Sekda Muhammad Yani meluruskan kesalahpahaman publik.

Yani menekankan bahwa langkah menutup total kawasan konservasi ini bukanlah solusi utama, melainkan justru berpotensi mematikan potensi ekonomi daerah dan menghambat promosi pariwisata yang telah dibangun susah payah.

Ia mendesak adanya komunikasi terbuka dan konstruktif antara pemerintah daerah, masyarakat adat, serta seluruh pemangku kepentingan untuk merumuskan formula pengelolaan yang berkelanjutan tanpa mengabaikan nilai kearifan lokal.

“Kita perlu duduk bersama, mencari pengelolaan yang lebih baik dan transparan agar potensi alam yang luar biasa ini tetap bisa dinikmati sambil menjaga keberlangsungan budaya masyarakat setempat,” tegasnya mengajak semua pihak berdialog.

Merespons dinamika di lapangan, Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporabudparekraf) HST segera menurunkan tim verifikasi ke lokasi untuk memastikan fakta sebenarnya.

Kepala Disporabudparekraf HST, M. Ramadlan, mengonfirmasi bahwa jajaran dinas telah tiba di Desa Hinas Kiri untuk bertemu langsung dengan para tokoh masyarakat dan mendapatkan penjelasan akurat terkait isu yang berkembang.

“Tim kita sudah berada di Hinas Kiri dan akan melakukan konfirmasi mendalam kepada tokoh masyarakat setempat guna menemukan titik temu sebelum mengambil kebijakan lebih lanjut,” ujar Ramadlan singkat namun pasti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *