Barabai (KATAKUNCI) – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Deny Era Samsul Rizal, secara resmi menggerakkan seluruh lapisan masyarakat untuk mengadopsi gaya hidup sehat melalui optimalisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Seruan penting ini disampaikan langsung dalam acara sosialisasi dan advokasi strategis yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten HST di Gedung PKK setempat pada Senin (4/5/2026).
Kegiatan ini hadir di tengah urgensi peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah, mengingat pencegahan penyakit jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan pengobatan setelah sakit melanda.
Ny. Deny Era menegaskan bahwa kesehatan bukan sekadar urusan individu semata, melainkan tanggung jawab kolektif yang memerlukan sinergi kuat antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan setiap warga negara.
“Kegiatan sosialisasi ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat; melalui GERMAS, kita diajak membudayakan perilaku sehat seperti rutin beraktivitas fisik, mengonsumsi buah dan sayur, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” ujarnya membuka wawasan peserta.
Fokus utama gerakan ini adalah mengubah pola pikir masyarakat dari yang sebelumnya bersifat kuratif atau mengobati penyakit, menjadi preventif dengan mencegah timbulnya penyakit sejak dini melalui langkah sederhana sehari-hari.
Penerapan PHBS ditekankan sebagai fondasi utama, mencakup menjaga kebersihan diri, sanitasi lingkungan rumah, hingga pengelolaan sampah yang baik untuk memutus mata rantai penyebaran berbagai wabah penyakit menular.
Dalam momentum tersebut, Ny. Deny Era secara khusus menobatkan para kader PKK sebagai garda terdepan dan agen perubahan yang bertugas menyebarkan virus kebaikan berupa pola hidup sehat hingga ke pelosok desa.
Peran strategis ibu-ibu PKK dinilai krusial karena merekalah yang paling dekat dengan dinamika keluarga, sehingga mampu menanamkan nilai-nilai kesehatan kepada suami, anak, dan tetangga sekitar secara persuasif.
“Peningkatan derajat kesehatan harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan; ini adalah investasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, kuat, dan produktif,” tegasnya memotivasi ratusan kader yang hadir.
Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi lintas sektor antara Dinas Kesehatan, TP-PKK, dan instansi terkait lainnya yang telah bahu-membahu menyukseskan agenda pembangunan kesehatan daerah.
Sinergi yang terbangun ini diharapkan tidak berhenti pada acara seremonial belaka, melainkan berlanjut menjadi aksi nyata yang konsisten di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
Melalui gempuran edukasi ini, target besar yang ingin dicapai adalah terciptanya budaya sadar kesehatan di Bumi Murakata, di mana setiap individu memiliki akses dan kemauan untuk hidup lebih berkualitas.
Pada akhirnya, keberhasilan implementasi GERMAS dan PHBS di HST akan bermuara pada penurunan angka kesakitan, peningkatan produktivitas kerja warga, dan terwujudnya masyarakat yang sejahtera lahir batin.











