Barabai (KATAKUNCI) – Ribuan aparatur sipil negara dan peserta upacara memadati Lapangan Dwi Warna Barabai pada Senin pagi (4/5/2026) untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional sekaligus Hari Otonomi Daerah ke-30 dengan khidmat.
Momen bersejarah ini menjadi refleksi perjalanan panjang desentralisasi di Indonesia yang telah berevolusi sejak era kolonial Belanda hingga reformasi, kini mencapai titik kematangan dengan 38 provinsi dan ratusan kabupaten/kota yang mandiri.
Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Samsul Rizal, dalam amanatnya menekankan bahwa peringatan ganda ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum strategis untuk mengevaluasi capaian pendidikan dan tata kelola pemerintahan daerah.
“Pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, tetapi merupakan upaya menumbuhkan potensi terbaik setiap anak bangsa dengan penuh ketulusan, kasih sayang, dan tanggung jawab,” ujar Samsul Rizal mengutip filosofi Ki Hajar Dewantara.
Bupati mengingatkan bahwa nilai-nilai “asah, asih, dan asuh” harus tetap menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan zaman, terutama dalam implementasi pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning yang sedang digencarkan pemerintah pusat.
Transformasi pendidikan di HST terus didorong melalui revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, serta penguatan karakter guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari perundungan.
Di sisi lain, perayaan tiga dekade otonomi daerah menjadi bukti keberhasilan pemberian wewenang luas kepada daerah untuk mengelola potensi lokal, kecuali pada urusan luar negeri, pertahanan, yudisial, moneter, dan agama.
Samsul Rizal menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah adalah kunci keberhasilan pembangunan, menuntut integritas perencanaan, reformasi birokrasi, serta peningkatan kemandirian fiskal demi pelayanan publik yang prima.
“Pemerintah daerah dituntut untuk adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan seperti ketahanan pangan, perubahan iklim, dan perkembangan teknologi dengan menghadirkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya dengan tegas.
Sejarah mencatat bahwa sejak UU Nomor 22 Tahun 1999 hingga UU Nomor 23 Tahun 2014, kebijakan desentralisasi telah melahirkan ratusan daerah otonom baru yang berkontribusi langsung terhadap kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Melalui forum ini, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat, keluarga, dan dunia usaha untuk berkolaborasi erat mewujudkan pendidikan bermutu serta memanfaatkan ruang otonomi secara optimal bagi kemajuan Bumi Murakata.
Komitmen bersama untuk terus berinovasi dan bekerja nyata diharapkan mampu menjawab dinamika global, memastikan HST tetap relevan dan kompetitif di tengah arus perubahan yang semakin cepat.
Upacara ditutup dengan doa agar seluruh upaya pembangunan pendidikan dan pemerataan wilayah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah senantiasa mendapat bimbingan Tuhan Yang Maha Esa.
Semangat Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah ke-30 ini diharapkan menjadi bahan bakar baru bagi seluruh pejabat dan masyarakat HST untuk terus bergerak maju membangun daerah yang lebih sejahtera dan bermartabat.











