BeritaEKONOMIHULU SUNGAI TENGAH

Pelatihan Wirausaha HST Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Lebih Luas

Avatar
×

Pelatihan Wirausaha HST Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Lebih Luas

Sebarkan artikel ini
Bupati HST, Samsul Rizal saat membuka kegiatan pelatihan UMKM di Hotel Istiqamah. KATAKUNCI / Muhammad Ramli

Barabai (KATAKUNCI) – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah didorong meningkatkan daya saing melalui pelatihan kewirausahaan yang berfokus pada penguatan kualitas produk dan strategi pemasaran.

Pelatihan yang digelar Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah melalui Dinas Perindustrian, Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM berlangsung di Aula Hotel Darul Istiqamah, Selasa (7/7/2026), dengan melibatkan 30 pelaku usaha yang bergerak di bidang perdagangan produk lokal.

Kepala Disperindagkop UMKM HST, Rapinorrahman, mengatakan peserta yang mengikuti pelatihan dipilih dari pelaku usaha yang memiliki produk unggulan. Mereka diharapkan menjadi contoh sekaligus penggerak bagi pelaku UMKM lainnya di daerah.

Menurutnya, jumlah UMKM nonpertanian di Hulu Sungai Tengah kini telah mencapai sekitar 19 ribu unit. Karena itu, pembinaan secara bertahap terus disusun agar semakin banyak pelaku usaha memperoleh pendampingan dan peningkatan kapasitas.

Materi pelatihan tidak hanya membahas teknik pengemasan produk, tetapi juga membangun merek, memperkuat identitas usaha, hingga strategi pemasaran yang sesuai dengan perkembangan pasar saat ini. Langkah tersebut dinilai penting agar produk lokal mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.

“Jumlah UMKM non-pertanian di wilayah kita kini mencapai 19.000 unit. Kami sedang merancang strategi agar pembinaan dapat berjalan lebih luas dan masif,” ujar Rapinorrahman.

Ia menjelaskan ilmu yang diperoleh peserta diharapkan dapat dibagikan kembali kepada anggota komunitas UMKM melalui pertemuan rutin setiap bulan. Dengan cara itu, manfaat pelatihan tidak hanya dirasakan oleh peserta, tetapi juga menyebar kepada pelaku usaha lainnya.

Selain pembinaan, pemerintah daerah juga menjajaki kerja sama dengan lembaga inkubasi bisnis untuk memberikan pendampingan yang lebih intensif, mulai dari pengembangan produk hingga peningkatan kemampuan usaha di lapangan.

Program pendukung lainnya juga terus diperluas, seperti sertifikasi halal gratis dan fasilitas Kredit Usaha Rakyat dengan bunga nol persen melalui kerja sama dengan Bank Kalsel. Pemerintah menilai pemanfaatan program tersebut masih perlu ditingkatkan melalui sosialisasi yang lebih masif.

Bupati Hulu Sungai Tengah, , menegaskan bahwa kemajuan UMKM sangat bergantung pada kemauan pelaku usaha untuk terus belajar, berinovasi, dan mampu membaca peluang pasar yang terus berkembang.

“UMKM adalah pilar penyangga perekonomian yang mampu menyerap tenaga kerja dan bertahan di berbagai situasi. Mari jadikan pelatihan ini momentum untuk bangkit dan berinovasi,” kata Samsul Rizal.

Salah seorang peserta, Ami, menilai materi yang diberikan lebih lengkap dibandingkan pelatihan sebelumnya karena turut membahas pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan untuk memperkuat promosi, membangun citra merek, serta memperluas pemasaran produk.

Melalui pelatihan ini, pelaku UMKM diharapkan mampu menghasilkan produk yang lebih kompetitif, memiliki nilai tambah, serta mampu menembus pasar yang lebih luas.

Keberhasilan program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan pelaku usaha, tetapi juga memperkuat perekonomian masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Tengah secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *