Barabai (KATAKUNCI) – Pernikahan dini, tingginya angka perceraian, dan pergaulan bebas masih menjadi tantangan serius bagi generasi muda di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Sebagai upaya menghadapi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah menggelar pemilihan Duta Generasi Berencana (Genre) 2026 di Pendopo Bupati, Selasa (7/7/2026). Kegiatan ini diikuti 21 peserta dari 11 kecamatan setelah satu peserta putra dari Kecamatan Hantakan berhalangan hadir karena mengikuti Kejuaraan Karate Nasional di Jakarta.
Pemilihan Duta Genre tidak hanya bertujuan mencari pasangan terbaik, tetapi juga menyiapkan agen perubahan yang mampu mengedukasi remaja mengenai pentingnya merencanakan masa depan, menjaga kesehatan reproduksi, serta menghindari perilaku berisiko yang dapat merusak masa depan.
Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak HST, H. Syahbidin, mengatakan pembinaan terhadap remaja perlu dilakukan sejak dini agar mereka memiliki bekal dalam menentukan arah pendidikan, karier, hingga kehidupan berkeluarga.
“Tujuannya agar remaja dapat merencanakan pendidikan, karier, hingga persiapan membangun keluarga dengan matang. Kami juga menolak sebagian besar pengajuan dispensasi nikah di bawah umur 19 tahun yang rata-rata mencapai 50 kasus setiap tahunnya,” ujarnya.
Menurut Syahbidin, kebijakan tersebut dilakukan agar anak memiliki kesempatan berkembang secara optimal sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Langkah itu juga diharapkan mampu menekan tingginya angka perceraian yang masih menjadi perhatian di daerah ini.
Selain mengampanyekan pendewasaan usia perkawinan, para Duta Genre nantinya akan berperan sebagai penyuluh sebaya yang mengajak remaja menjauhi pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, serta meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan reproduksi dan pencegahan stunting.
Bupati Hulu Sungai Tengah, , menilai tantangan yang dihadapi remaja saat ini semakin kompleks akibat derasnya arus informasi dan pengaruh lingkungan. Karena itu, dibutuhkan figur muda yang mampu menjadi contoh sekaligus sahabat bagi sesamanya.
“Remaja masa kini menghadapi tantangan pergaulan dan arus informasi yang deras. Duta Genre harus hadir bukan sekadar menyampaikan materi, melainkan merangkul dan menjadi teladan yang bisa didengar sesamanya,” katanya.
Ia menegaskan pembangunan sumber daya manusia tidak hanya bergantung pada pendidikan formal, tetapi juga karakter, kedewasaan berpikir, serta kemampuan mengambil keputusan yang bertanggung jawab dalam setiap tahap kehidupan.
Melalui program Genre, pemerintah berharap lahir generasi yang mampu merencanakan masa depan secara matang sehingga dapat menekan risiko pernikahan usia anak, perceraian, penyalahgunaan narkoba, hingga berbagai persoalan sosial yang berdampak pada kualitas keluarga.
Sementara itu, Duta Genre HST 2025, , menilai antusiasme peserta dari berbagai kecamatan menunjukkan semakin besarnya kepedulian generasi muda terhadap isu kependudukan, kesehatan, dan pembangunan keluarga di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Diharapkan Duta Genre HST 2026 yang terpilih tidak hanya berprestasi dalam kompetisi, tetapi juga aktif turun ke sekolah, komunitas, dan lingkungan masyarakat untuk mengedukasi remaja agar mampu mengambil keputusan yang tepat serta membangun masa depan yang sehat, produktif, dan berkualitas.











