Barabai (KATAKUNCI) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) memberikan edukasi pengelolaan sampah kepada siswa SMAN 9 Barabai melalui kunjungan pembelajaran kokurikuler untuk meningkatkan kesadaran lingkungan sejak dini.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (7/10/2026) di Kantor DLH HST, dilanjutkan dengan kunjungan ke Bank Sampah Murakata dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Benawa Tengah.
Kunjungan ini menjadi bagian dari pembelajaran di luar sekolah yang menghubungkan materi pendidikan dengan praktik pengelolaan lingkungan.
Peserta kegiatan terdiri atas siswa SMAN 9 Barabai dan guru pendamping. Melalui kunjungan tersebut, para siswa memperoleh gambaran langsung mengenai penanganan sampah, mulai dari pemilahan berdasarkan jenis, pengumpulan, hingga pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai guna dan nilai ekonomis.
Kunjungan ke DLH HST menjadi salah satu bagian penting dalam memperkenalkan peran pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Siswa juga mendapatkan wawasan mengenai upaya pengurangan sampah serta pentingnya membangun kebiasaan bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan setiap hari.
Kepala DLH HST, Mursyidi, melalui Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Peningkatan Kapasitas (PSLB3K), Muhammad Fadillah, menyampaikan bahwa edukasi lingkungan kepada pelajar merupakan langkah penting untuk menumbuhkan kepedulian sejak usia sekolah.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa memahami bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Kebiasaan memilah dan mengurangi sampah perlu dimulai dari diri sendiri serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Muhammad Fadillah.
Ia menjelaskan, pemahaman mengenai pengelolaan sampah perlu disertai tindakan nyata agar pengetahuan yang diperoleh siswa tidak berhenti sebagai materi pembelajaran.
Penerapan kebiasaan sederhana, seperti membawa wadah minum sendiri, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan memilah sampah, dapat menjadi langkah awal untuk menekan timbulan sampah.
Menurutnya, lingkungan sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku peduli lingkungan.
Kebiasaan yang diterapkan secara konsisten di sekolah diharapkan dapat terbawa ke rumah dan lingkungan masyarakat sehingga upaya pengurangan sampah dapat berjalan lebih luas.
Selain memperoleh penjelasan dari DLH HST, siswa mengunjungi Bank Sampah Murakata untuk mempelajari pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai ekonomis.
Melalui sistem bank sampah, material tertentu yang telah dipilah dapat dikumpulkan dan dikelola sehingga memiliki manfaat sekaligus mendorong masyarakat lebih bijak dalam memperlakukan sampah.
Kunjungan berikutnya ke TPS3R Benawa Tengah memberikan gambaran tentang pengolahan sampah melalui pendekatan pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang.
Fasilitas tersebut menjadi sarana pembelajaran untuk memahami bahwa sebagian sampah dapat diolah agar tidak seluruhnya berakhir di tempat pemrosesan akhir.
Fadillah menambahkan, pengurangan sampah dari sumbernya merupakan langkah penting untuk mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
“Kami mengajak para pelajar menjadi pelopor kebiasaan baik di lingkungan masing-masing, mulai dari mengurangi sampah plastik, memilah sampah sesuai jenisnya, hingga mengajak keluarga dan teman untuk menjaga kebersihan,” katanya.
Melalui pembelajaran langsung tersebut, siswa diharapkan dapat memahami hubungan antara perilaku sehari-hari dan kondisi lingkungan.
Penggunaan barang sekali pakai secara berlebihan, kebiasaan membuang sampah sembarangan, serta tidak memilah sampah dapat memperbesar beban pengelolaan sampah apabila tidak diimbangi perubahan perilaku.
Kegiatan ini juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan dalam meningkatkan literasi lingkungan.
Sekolah tidak hanya berperan menyampaikan pengetahuan, tetapi juga membangun karakter peserta didik agar memiliki kepedulian terhadap kebersihan, kesehatan, dan kelestarian alam.
Bagi DLH HST, pengenalan pengelolaan sampah kepada generasi muda merupakan bagian dari upaya memperluas kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengurangi sampah sejak dari sumbernya.
Dukungan pelajar diharapkan dapat memperkuat penerapan kebiasaan ramah lingkungan, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.
Melalui kunjungan edukatif ini, siswa SMAN 9 Barabai diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam tindakan nyata dan berkelanjutan.
Dengan keterlibatan generasi muda, upaya membangun lingkungan yang bersih dan lestari di Kabupaten Hulu Sungai Tengah diharapkan semakin kuat.











