BeritaHULU SUNGAI TENGAH

Video Dua Sejoli Berpangkuan di Taman Kota Barabai Jadi Sorotan

Avatar
×

Video Dua Sejoli Berpangkuan di Taman Kota Barabai Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Wanita jilbab hitam sedang dipangku oleh lawan jenisnya di taman kota Barabai. KATAKUNCI / Screnshot video

Barabai (KATAKUNCI) – Video dua sejoli yang terlihat duduk berpangkuan di Taman Kota Barabai menjadi sorotan warga.

Peristiwa yang terekam dalam video tersebut disebut terjadi pada Jumat (25/9/2026) pada siang hari, ketika kawasan taman masih berada dalam aktivitas masyarakat.

Dalam rekaman, dua orang yang disebut sebagai pasangan tersebut tampak duduk berdekatan dengan salah satunya berada di pangkuan pasangannya. Aktivitas itu berlangsung di area terbuka yang dapat dilihat pengunjung.

Perekam video mengaku sempat berteriak untuk menegur keduanya. Teguran tersebut disebut membuat perempuan dalam rekaman sempat turun dari pangkuan.

“Handaknya ai di pangku jua (_Aku mau dipangku juga, red_), mendengar itu siceweknya sempat turun dari pangkuan, setelah itu naik ke pangkuan lagi, berulang-ulang, entah berapa kali,” ujar perekam.

Rekaman itu kemudian beredar dan memunculkan perhatian masyarakat mengenai perilaku pengunjung di ruang publik, terutama karena kejadian disebut berlangsung pada siang hari.

Keberadaan taman sebagai fasilitas umum membuat setiap aktivitas pengunjung dapat terlihat oleh masyarakat lain yang berada di lokasi. Karena itu, penggunaan ruang publik tetap perlu memperhatikan kenyamanan dan norma yang berlaku.

Media ini kemudian mencoba menelusuri lokasi untuk memastikan kondisi terkini sekaligus mendapatkan keterangan lebih lanjut terkait kejadian tersebut.

Namun, saat dilakukan penelusuran pada lokasi taman, dua orang yang terlihat dalam video sudah tidak berada di tempat sehingga belum diperoleh keterangan langsung dari keduanya.

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui identitas kedua orang dalam video maupun alasan mereka melakukan tindakan tersebut. Video yang beredar juga perlu dilihat secara utuh agar konteks kejadian tidak disimpulkan hanya dari potongan rekaman.

Tag:
Penulis: Muhammad RamliEditor: Fitri MH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *