BALANGAN

Dibalik Teriknya Halong : Ketika Polisi Tak Hanya Menjaga Keamanan, Tapi Juga Menjemput Air untuk Warga

Avatar
×

Dibalik Teriknya Halong : Ketika Polisi Tak Hanya Menjaga Keamanan, Tapi Juga Menjemput Air untuk Warga

Sebarkan artikel ini

 

​Balangan. (KATAKUNCI). – Terik matahari di Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, siang itu terasa membakar kulit. Debu-debu jalanan berterbangan disapu angin kemarau yang telah menahan hujan selama berbulan-bulan. Di tengah tanah yang retak dan sumur-sumur warga yang mengering, suara deru mesin truk tangki air terdengar mendekat.

​Di kabin dan di samping tangki air itu, berdiri para personel kepolisian dari Polsek Halong bersama jajaran Forkopimcam. Baju dinas yang mereka kenakan tak lagi legam bersih sebagian sudah berjelaga debu dan basah oleh keringat. Namun, senyum dan langkah sigap mereka tak berkurang sedikit pun saat menyapa warga yang telah berderet memegang ember, jeriken, hingga baskom bekas.

​Bagi kepolisian di Halong, tugas menjaga ketertiban masyarakat hari ini melebur menjadi misi kemanusiaan yang jauh lebih dingin dan menyejukkan, mengalirkan air bersih.

 

​”Kalau sumur warga mati, nurani kita tidak boleh ikut mati,” ujar Kapolsek Halong Ipda M Fajar Saputra

 

Tangannya yang biasa sigap memegang tongkat atau peralatan dinas, kini telaten menuntun warga agar tidak berdesakan dan memastikan setiap rumah mendapat jatah yang adil.

 

​Kemarau panjang memang menjadi ujian berat bagi warga Halong. Sumber air bersih yang biasa digunakan untuk memasak dan minum lenyap berganti ceruk-ceruk kering. Melihat kondisi ini, jajaran Forkopimcam Halong bergerak cepat merangkul kepedulian dari pihak swasta, PT Jhonlin Baratama, serta elemen masyarakat setempat.

 

​Namun, kehadiran sosok-sosok polisi di lapangan memberi warna berbeda. Ada kehangatan yang terasa ketika seragam cokelat itu tak ragu membungkuk, mengangkat jeriken-jeriken berat milik warga lansia, lalu memikulnya hingga ke depan pintu rumah mereka. Tak ada sekat, yang ada hanya semangat gotong royong.

​”Alhamdulillah, melihat pak polisi datang bawa air rasanya lega sekali. Kalau tidak ada bantuan ini, kami bingung mau ambil air ke mana lagi,” tutur Nenek Aminah (62), salah satu warga setempat, dengan mata berbinar sembari menerima jerikennya yang kini terisi penuh.

 

​Sinergitas yang terjalin antara Forkopimcam Halong, PT Jhonlin Baratama, dan seluruh komponen masyarakat ini membuktikan bahwa masalah berat akan terasa ringan jika dipikul bersama. Dan bagi aparat kepolisian di Halong, setiap tetes air yang mengalir hari ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan bukti hadirnya negara dan pengayom masyarakat tepat di saat warga paling membutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *