Barabai (KATAKUNCI) – Pengurus Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Cabang Hulu Sungai Tengah (HST) periode 2026-2031 resmi dilantik sebagai langkah memperkuat organisasi profesi dalam meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian di daerah.
Pelantikan berlangsung di Aula Bhakti Husada, Barabai, Sabtu (25/7/2026), yang dirangkai dengan Seminar Kefarmasian. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Pengurus Daerah PAFI Kalimantan Selatan beserta jajaran, ketua dan pengurus PAFI cabang se-Banua Enam, serta anggota PAFI HST.
Prosesi pelantikan menjadi awal bagi kepengurusan baru dalam menjalankan program organisasi selama lima tahun ke depan sekaligus memperkuat kontribusi tenaga teknis kefarmasian terhadap pelayanan kesehatan di Kabupaten HST.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten HST, dr. Hj. Desfi Delfiana Fahmi, M.M., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang telah dilantik. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan amanah untuk memperkuat organisasi profesi dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Desfi, tenaga teknis kefarmasian memiliki posisi strategis dalam menjamin pelayanan obat yang aman, bermutu, berkhasiat, dan bermanfaat bagi masyarakat. Karena itu, peningkatan kompetensi sumber daya manusia harus menjadi perhatian utama organisasi.
Ia menilai PAFI memiliki peran penting sebagai wadah pengembangan kemampuan anggotanya melalui pendidikan berkelanjutan, pelatihan, serta kegiatan ilmiah yang mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kefarmasian.
Selain meningkatkan kapasitas anggotanya, PAFI juga diharapkan mampu memperkuat kolaborasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan, baik rumah sakit, puskesmas, klinik, apotek, maupun instansi terkait lainnya.
“Kami berharap PAFI terus menjadi mitra strategis Dinas Kesehatan dalam penguatan pelayanan kefarmasian, mendukung program prioritas kesehatan, serta meningkatkan edukasi penggunaan obat secara rasional,” katanya.
Edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan obat yang tepat dinilai menjadi salah satu upaya penting untuk mencegah kesalahan penggunaan obat, meningkatkan kepatuhan terapi, serta mendukung keberhasilan pelayanan kesehatan.
Kepengurusan baru juga didorong membangun organisasi yang solid, adaptif, dan profesional agar mampu menjawab tantangan pelayanan kefarmasian yang terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas.
Sinergi antara organisasi profesi dan pemerintah daerah dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung berbagai program kesehatan, termasuk peningkatan mutu pelayanan, keselamatan pasien, dan penguatan sistem kesehatan di daerah.
Melalui kepengurusan periode 2026-2031, PAFI Cabang HST diharapkan semakin aktif melaksanakan program kerja yang berdampak nyata bagi peningkatan kompetensi tenaga teknis kefarmasian sekaligus memperkuat peran organisasi dalam pembangunan sektor kesehatan.
Dengan kepengurusan yang baru, PAFI HST diharapkan mampu menghadirkan inovasi, mempererat kebersamaan antaranggota, serta memberikan kontribusi berkelanjutan dalam mewujudkan pelayanan kefarmasian yang profesional, berkualitas, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.











