BALANGAN (KATAKUNCI) – Pemerintah Kabupaten Balangan terus mengagresifkan langkah preventif dalam menjaga kesehatan generasi muda melalui pelaksanaan Gerakan Aksi Bergizi di Sekolah Rabu (15/7/2026). Program yang diinisiasi oleh dinas kesehatan setempat ini menyasar para siswa di tingkat menengah guna menanamkan kebiasaan hidup sehat serta membentengi remaja dari risiko masalah gizi seperti anemia dan stunting.
Inisiatif intervensi kesehatan di lingkungan sekolah ini dinilai sangat strategis mengingat usia remaja merupakan fase tumbuh kembang kritis yang membutuhkan asupan nutrisi seimbang. Penanganan masalah gizi pada kalangan pelajar menjadi fondasi penting untuk melahirkan generasi penerus daerah yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.
Rangkaian kegiatan Aksi Bergizi diawali dengan agenda senam bersama seluruh warga sekolah untuk membiasakan aktivitas fisik secara rutin. Setelah berolahraga, para siswa diajak untuk menikmati sarapan bersama dengan menu ber gizi seimbang yang membawa komposisi karbohidrat, protein, sayur, serta buah-buahan sesuai panduan kesehatan.
Satu di antara agenda inti dalam kegiatan ini adalah konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara serentak, khususnya bagi siswi remaja putri. Langkah ini menjadi perhatian utama mengingat remaja putri sangat rentan mengalami anemia akibat kekurangan zat besi, terutama saat memasuki masa menstruasi harian.
Selain kegiatan fisik dan pemenuhan gizi, petugas kesehatan turut memberikan penyuluhan serta edukasi interaktif mengenai pentingnya menjaga pola makan dan kebersihan diri. Pelajar diimbau untuk membatasi konsumsi makanan cepat saji serta minuman tinggi gula yang dapat mengganggu penyerapan nutrisi penting dalam tubuh.
Pihak sekolah mendukung penuh keberlanjutan program ini dengan berkomitmen memantau kepatuhan konsumsi TTD bagi siswi secara berkala setiap minggunya. Sinergi antara fasilitas pelayanan kesehatan dan pihak sekolah diharapkan dapat memastikan pencegahan anemia berjalan konsisten di lingkungan pendidikan.
Melalui pelaksanaan Aksi Bergizi yang masif dan berkelanjutan, Pemkab Balangan optimis dapat menekan angka kejadian anemia di kalangan remaja secara signifikan. Terbebasnya remaja putri dari masalah anemia menjadi langkah awal yang sangat berharga dalam memutus rantai stunting serta mempersiapkan calon ibu yang sehat di masa depan. (arl)











